JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ratusan Pesilat PSHT Datangi PN Jember di Masa Pandemi Corona untuk Dukung Temannya

Ratusan pesilat dari perguruan PSHT mendatangi PN Jember untuk memberi dukungan moral kepada rekannya yang sedang menjalani persidangan. surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik

JEMBER, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan orang pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (17/6/2020). Ratusan orang tersebut tampak memadati area luar gedung Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Kedatangan para pesilat tersebut untuk mengantar empat rekan mereka yang menjadi saksi di persidangan. Mereka juga memberikan dukungan moral kepada rekan mereka yang menjadi terdakwa dalam persidangan tersebut.

Persidangan itu adalah persidangan penganiayaan dengan terdakwa M Ramadan (22), seorang warga Desa Suci Kecamatan Panti.

Agenda persidangan adalah pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa. Menurut pengacara Ramadan, Naniek Sudiarti, ada empat orang saksi meringankan yang dia hadirkan.

“Ada empat orang saksi yang dihadirkan, saksi meringankan. Keempatnya adanya anggota PSHT, rekan terdakwa,” ujar Naniek usai persidangan kepada Surya, Rabu (17/6/2020).

Naniek menuturkan, kliennya memukul korban bernama Eko dari perguruan silat Pagar Nusa, karena dipukul terlebih dahulu.

“Klien saya atau terdakwa ini memukul karena dipukul terlebih dahulu. Dia juga datang ke lokasi tersebut untuk mengamankan anak buahnya (yuniornya) yang terancam,” ujar Naniek.

Pemukulan yang dilakukan Ramadan terhadap Eko terjadi awal Februari 2020 lalu. Akibat pemukulan itu, Eko terluka dan dirawat di RSD dr Soebandi Jember. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Sukorambi itu kemudian diusut polisi sampai akhirnya masuk ke persidangan di PN Jember.

Baca Juga :  Rahmat, Saksi Kasus Joko Tjandra Dicekal Selama 6 Bulan

Rabu (17/6/2020), merupakan persidangan untuk kesekian kalinya beragendakan pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa. Kehadiran empat orang saksi itu dengan diantar ratusan orang. Dari pantauan Surya, mereka memakai seragam PSHT.

Ratusan orang itu memadati Jl Kalimantan di depan kantor PN Jember. Akibatnya, polisi harus menutup jalan tersebut mulai dari bundaran Jl Mastrip sampai di depan double way Universitas Jember. Mereka memadati depan PN Jember sampai persidangan selesai.

Meskipun ratusan orang memadati depan gedung PN Jember, tidak ada aksi anarkhisme maupun kericuhan selama massa menunggu persidangan.

Ketua Cabang PSHT Jember Jono Wasinudin menuturkan kedatangan ratusan orang tersebut untuk mengantarkan teman, sekaligus memberikan dukungan moral kepada teman mereka. Dia menegaskan, pengurus sudah meminta kepada warga PSHT untuk tidak datang beramai-ramai ke PN Jember.

Pihaknya telah memberi gambaran kalau situasi pandemi Covid-19 belum berakhir. Angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Jember, lanjutnya, juga terus bertambah.

“Tetapi keinginan dulur-dulur untuk datang tidak bisa kami bendung. Kami sudah meminta dan mengimbau kepada warga untuk tidak hadir. Namun rupanya warga yang dari Panti (Kecamatan Panti) datang, sekitar 400 orang,” ujar Jono.

Selain dari Panti, warga PSHT dari beberapa kecamatan lain juga ikut datang. Diperkirakan sekitar lebih dari 500 orang memadati area luar PN Jember.

Baca Juga :  Duh Gusti, Pelatih Silat PSHT Tega Setubuhi Siswinya Sendiri Yang Masih Berusia 12 Tahun. Ketagihan Sampai 3 Kali, Kini Terancam 6 Tahun Penjara

“Dulur-dulur datang karena merasa teman mereka yang disidangkan itu kayak dipojokkan. Namun ke depan, kami akan meminta kepada warga untuk tidak usah datang ke PN. Sudah dipasrahkan ke pengacara, dan sidang juga bisa dipantau secara virtual. Apalagi sekarang masih di masa pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Meskipun ratusan orang yang datang, Jono menegaskan, warga PSHT patuh menerapkan protokol keselamatan di masa pandemi Covid-19. “Semuanya pakai masker,” tegasnya.

Kedatangan ratusan anggota PSHT itu mendapatkan pengamanan ketat dari jajaran Polres Jember. Sebanyak 300 orang personel Polres Jember dan Polsek jajaran dikerahkan. Polisi berjaga di halaman PN Jember, dan di luar halaman.

“Kami kerahkan 300 personel untuk menjaga kegiatan ini. Aspirasi warga karenanya kami menjaganya. Kami terus imbau kepada mereka untuk memakai masker dan menjaga jarak. Untuk ke depan, kami harapkan tidak usah banyak orang datang lagi karena persidangan bisa dipantau secara online, juga sudah ada pengacara. Sekarang juga masih masa pandemi,” tegas Kepala Bagian Operasional Polres Jember Kompol Agus Supariono.

Dari pantauan Surya, ratusan orang itu datang secara berkonvoi ke PN Jember, begitu juga ketika meninggalkan PN Jember.

www.tribunnews.com