JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pemkot Semarang Mulai Izinkan Resepsi Pernikahan, Tapi dengan Syarat Ini

Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan kepada para awak media di komplek Balai Kota Semarang, Selasa (2/6/2020). Foto: JSNews/Satria Utama

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masa transisi Kota Semarang menuju fase kehidupan baru (new normal) telah dijalankan. Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melonggarkan sejumlah kegiatan yang mengundang kerumunan.

Di antaranya melonggarkan pembatasan ibadah di masjid dengan syarat memenuhi ketentuan protokol kesehatan. Selain itu, akad nikah dan pengajian di masjid juga diperbolehkan dengan persyaratan ketat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan, melihat kondisi saat ini yang sedang beradaptasi dengan kebiasaan baru, pihaknya tidak melarang kegiatan pernikahan terselenggara di Kota Semarang, selama mampu menjalankan prosedur standart kesehatan.

“Saya rasa jika standar kesehatan dapat dijalankan dengan baik, maka ini juga akan memberi kenyamanan bagi semua pihak,” tutur Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi saat menerima perwakilan Gabungan Penyelenggara Pernikahan Semarang (GPPS) di kantornya seperti keterangan resmi, Jumat (5/6/2020). Kendati demikian, Hendi menegaskan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan harus menyesuaikan standar kesehatan yang ditetapkan.

Baca Juga :  Bantu Tangkap Begal, Warga Desa Pasir Langsung Diundang Kapolres. Kapolres Apresiasi Warga Tak Main Hakim Sendiri

“Maka intinya adalah kegiatan yang dilaksanakan harus bisa menyesuaikan standart kesehatan yang ditetapkan, dan harus dijalankan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu sendiri mengungkapkan belum memutuskan apakah PKM akan diakhiri di Kota Semarang untuk atau tidak.

Sementara itu, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu sendiri mengungkapkan belum memutuskan apakah PKM akan diakhiri di Kota Semarang untuk atau tidak.

Namun demikian, Pemkot Semarang saat ini telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan panduan penyelenggaran kegiatan di rumah ibadah misalnya, salah satu point juga mendorong berjalannya kegiatan akad nikah dengan sejumlah ketentuan.

Baca Juga :  Limbah Medis Virus Corona Blora Telah Mencapai 369 Ton, Sama Dengan Volume Tahun 2019

Hendi pun juga memberi masukan agar GPPS dapat menginisiasi kegiatan pernikahan dengan sistem shift, dimana diberlakukan pembatasan jumlah tamu undangan dalam setiap shiftnya.

Sementara itu perwakilan GPPS, Nanang dalam paparannya menjelaskan bahwa sejumlah prosedur dan skenario penyelenggaraan resepsi pernikahan telah disiapkan oleh para penyedia jasa pernikahan.

“Di antaranya dengan kewajiban pemakaian masker, face shield, jaga jarak antar tamu, SOP kebersihan, SOP tata ruang, SOP hidangan, foto video hingga souvenir yang lebih higienis dan mengedepankan protokol kesehatan telah siap dijalankan seluruh vendor,” ungkap Nanang.

“Itu juga disiapkan untuk meningkatkan keyakinkan masyarakat untuk menggelar acara pernikahan, sekaligus bagi para tamu undangan di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini,” sambung Nanang. Satria Utama