JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pemkot Semarang Sediakan Covid Swab Booth, Lebih Efisien dan Petugas Medis Lebih Percara Diri

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang serta mencoba Swab Booth untuk mengurangi limbah medis sekaligus melindungi tim medis dari Covid-19. Foto : Istimewa
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang serta mencoba Swab Booth untuk mengurangi limbah medis sekaligus melindungi tim medis dari Covid-19. Foto : Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasca perayaan Idul Fitri lalu, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Kota Semarang terus melonjak. Berdasarkan data dari halaman pemantauan di Kota Semarang, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 hingga Kamis (11/6/2020) siang ini mencapai 251 orang.

Atas kondisi tersebut menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya keras dengan berbagai kebijakan yang tegas serta inovasi untuk memutus mata rantai Covid-19. Terbaru, melalui RSUD KRMT Wongsonegoro, (Pemkot) Semarang menyediakan bilik uji swab atau yang disebut Covid Swab Booth.

Saat ini covid swab booth pun coba ditempatkan di kantor diklat Kota Semarang, yang saat ini telah berubah menjadi tempat karantina bagi penderita Covid-19 di kota Semarang.

Menurut Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi, keberadaan swab booth ini akan sangat membantu petugas medis untuk lebih aman saat memeriksa banyak orang di tempat terbuka.

Baca Juga :  Objek Wisata Watu Amben Berpotensi untuk Pengembangan Wisata Edukasi, Diyakini sebagai Cikal Bakal Desa Waru

“Dengan adanya bilik tes swab seperti ini, harapannya mampu meningkatkan efisiensi pengujian, kenyamanan, serta keamanan petugas, juga pasien. Karena menggunakan bilik seperti ini dapat menghemat waktu pengambilan sample, serta mengurangi limbah medis,” katanya, kemarin seperti keterangan resmi yang diterima.

Hendi melanjutkan lebih detail, bila bilik swab dapat berfungsi secara maksimal, lalu kemudian diperbanyak, diharapkan akan menghemat penggunaan APD, terutama yang biasanya digunakan untuk pengambilan sample saat melakukan test swab.

Inovasi dalam pelayanan test Covid-19 tersebut dianggap penting oleh Hendi, sebab dengan masifnya test secara massal yang dilakukan di Kota Semarang, kebutuhan APD diagnosis COVID-19 pun juga meningkat. “Semoga dapat berfungsi secara maksimal, dan ke depannya akan banyak tersedia Covid Swab Booth seperti ini di kota Semarang, sehingga kita dapat dengan cepat memetakan persebaran virus Covid-19 ini,” imbuh Hendi.

Baca Juga :  Lawan Kotak Kosong, Inilah Kesiapan Paslon Hendi-Ita

Sementara itu, Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, dr. Susi Herawati optimis jika adanya swab booth tersebut mampu meningkatkan penanganan COVID-19 menjadi lebih baik.

“Penyedia perawatan kesehatan tidak memerlukan peralatan pelindung pribadi karena mereka berdiri di dalam bilik dan mengambil sampel dari pasien yang menggunakan sarung tangan yang menonjol keluar,” terang Susi.

Susi menerangkan, Terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis di rumah sakit, menjadi salah satu alasan menginisiasi bilik tes swab. Bilik ini merupakan bilik sampling Covid-19 untuk mengambil uji swab bagi masyarakat yang terduga terpapar virus corona, dan didesain khusus agar petugas pengambil sampel terlindungi dari paparan virus melalui droplet.

“Saat ini Swab booth yang sudah ada ini juga digunakan untuk melayani masyarakat umum yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat memanfaatkannya,” tambahnya. Satria Utama