JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratusan Pendekar PSHT dari Solo Raya dan Pantura Dihalau Ratusan Polisi di Perbatasan Sragen. Dipaksa Balik Kanan, Sebagian Nekat Bobol Lewat Jalan Tikus

Ilustrasi penyekatan jalur oleh Polres Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi penyekatan jalur oleh Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan pendekar persaudaraan setia hati terate (PSHT) dari berbagai wilayah dihalau oleh petugas kepolisian di perbatasan Sragen-Ngawi.

Ratusan pendekar PSHT dari kedua kubu itu dipaksa untuk balik kanan saat hendak menuju ke Madiun, Jatim untuk mendatangi persidangan sengketa PSHT yang digelar PN Madiun, Kamis (18/6/2020).

Ratusan pendekar itu datang dari berbagai daerah di Solo Raya hingga Pantura. Mereka mayoritas datang dengan mengenakan seragam atribut masing-masing dan berkendaraan motor.

Mereka dihalau oleh ratusan personel Polres Sragen yang bersiaga melakukan penyekatan di perbatasan Sragen-Ngawi.
Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasat Lantas AKP Sugiyanto mengatakan ada 160an personel yang dikerahkan untuk melakukan penyekatan aliran pendekar PSHT tersebut.

Baca Juga :  Tim Disnakkan Sragen Dikerahkan Periksa Jeroan 1.500 Sapi Kurban di 8 Kecamatan. Kabid Keswan Ungkap Hasil Pemeriksaannya!

Penyekatan dilakukan sejak Rabu (17/6/2020) malam hingga Kamis (18/6/2020) petang tadi.

“Ada ratusan yang kita halau sejak kemarin malam pukul 22.00 WIB. Mereka datang dari Solo, Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Klaten, Karanganyar bahkan dari Demak juga. Pokoknya dari berbagai daerah yang lewat Sragen, sejak tadi malam kita halau kita suruh kembali,” paparnya Kamis (18/6/2020).

Ratusan pendekar PSHT itu diketahui berasal dari dua kubu yang terlibat sengketa. Mereka diduga hendak ke Madiun untuk memantau dari dekat jalannya persidangan.

Selain dihalau, semua pendekar itu juga sempat diperiksa. Pemeriksaan meliputi barang bawaan, identitas dan lainnya termasuk kemungkinan membawa benda terlarang.

Baca Juga :  Hasil Identifikasi, Ada Luka Sobek Kepala Belakang dan Gigi Patah pada Mayat Bersimbah Darah di Gading Tanon Sragen. Polisi Ungkap Profesi Korban!

“Kita halau dan kita sampaikan kalau di Jatim sedang diberlakukan PSBB sehingga warga dari luar wilayah tidak diperbolehkan masuk,” terangnya.

Meski dihalau, sebagian diketahui tetap bisa membobol masuk ke Madiun diduga lewat jalur tikus. Namun dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan benda terlarang.

Kasat menambahkan proses penyekatan berjalan lancar dan tidak ada insiden maupun bentrok.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , tadi petang iring-iringan pendekar berseragam PSHT terlihat datang dari timur dan hendak pulang ke wilayah barat.

“Kalau yang lewat jalur tikus, tidak terpantau dan mereka yang pulang tidak dilakukan penyekatan,” tukasnya. Wardoyo