JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Satu Kuli Panggul Warga Kalikobok Sragen Terpapar Covid-19, 5 Temannya Satu Kontrakan Asal Tanon Terpaksa Dirapid Test. Satu Orang Diketahui Sempat Batuk-Batuk

Tim DKK Sragen saat melakukan rapid test di Desa Kalikobok, Tanon, Selasa (2/6/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim DKK Sragen saat melakukan rapid test di Desa Kalikobok, Tanon, Selasa (2/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak lima warga di Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen terpaksa menjalani rapid test menyusul temuan satu warga Desa Kalikobok, Tanon yang dinyatakan positif terpapar covid-19, Selasa (2/6/2020).

Lima warga itu dirapid test lantaran sempat satu kontrakan dengan pasien covid-19 berprofesi kuli panggul atau manol di Pasar Kobong, Semarang berinisial T (53) asal Kalikobok itu.

Kelima warga tetangga desa itu semuanya juga diketahuo berprofesi sebagai kuli di pasar yang sama. Mereka dirapid test di balai desa Kalikobok oleh tim DKK pada Selasa (2/6/2020) bersamaan dengan puluhan warga lain yang terlacak sempat kontak erat dengan T.

Baca Juga :  Geger Perusakan Tugu Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Langsung Turun Gunung. Sebut Kalau Ada Oknum Yang Memanaskan Sragen, Siap Bantu Usut Provokatornya!

“Ya tadi ada lima warga kami yang kami antar ikut rapid test. Mereka semua kuli panggul atau manolan di Pasar Kobong Semarang dan teman satu kamar dan kontrakan dengan Pak T yang positif asal Kalikobok itu. Tadi saya antar pakai mobil saya,” papar perangkat desa Tanon sekaligus Satgas Covid-19 Desa Tanon, Dawam, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (2/6/2020).

Kelima warganya itu masing-masing berinisial S, T, T, J dan S. Inisial terakhir itu diketahui sejak awal kepulangan dari Semarang, sudah menunjukkan gejala mencurigakan yakni batuk dan demam.

Baca Juga :  Di Hadapan Pengurus 10 Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Ternyata Akui Bangga Melihat Pesilat. Ungkap Dirinya Juga Pernah Ikut Perguruan Silat Ini!

“Saya setiap hari kan mantau ke rumahnya selama masa karantina mandiri,” terangnya.

Kades Tanon, Lukman Hakim mengatakan kabar adanya warga Kalikobok yang positif covid-19 dari klaster Pasar Kobong itu dan lima warganya yang satu kontrakan itu memang sempat membuat kepanikan warga.

Namun kepanikan mulai mereda setelah diberikan pemahaman dan kelima warganya diminta karantina mandiri sembari menunggu hasil rapid test.

“Ya kemarin memang sempat agak panik. Karena lima warga kami itu kontak langsung dan satu lokasi kerja dengan warga Kalikobok itu. Tapi sekarang sudah kondusif,” terangnya. Wardoyo