JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Siapkan 8.000 Rapid Test Kit, Hari Ini Pemkab Sragen Mulai Geber Rapid Test Massal dari Sambirejo. Sasarannya Para Tokoh Agama, Satgas, Pedagang hingga Ibu Hamil!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberi dukungan moril kepada warga Sambirejo yang melakukan rapid test covid-19 di Balai Desa Sambi, Senin (1/6/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberi dukungan moril kepada warga Sambirejo yang melakukan rapid test covid-19 di Balai Desa Sambi, Senin (1/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen memulai rangkaian pelaksanaan rapid test di seluruh kecamatan yang ada di wilayah setempat.

Sebanyak 3.000 rapid test kit sudah disiapkan dan 5.000 rapid test dalam tahap pemesanan untuk kegiatan rapid test massal.

Rapid test dimulai tadi pagi di Kecamatan Sambirejo. Rapid test dihadiri langsung oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan jajaran Kadinas termasuk Kepala DKK, Hargiyanto.

Bupati mengatakan rapid test itu digelar dalam upaya memenuhi target 10.000 sampel rapid test dari total 20 kecamatan. Rapid test massal itu digelsar untuk mendapatkan gambaran riil sebaran virus Corona atau Covid-19 di Sragen.

“Mulai hari ini kami akan melakukan rapid test untuk warga Sragen yang tersebar di 20 kecamatan. Kita harapkan dengan begini kita bisa melihat data sebaran Covid-19 secara lebih komprehensif,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan ditemui di sela pemantauan rapid test di Balai Desa Sambi, Sambirejo, Senin (1/6/2020).

Baca Juga :  Kembali Meroket, 3 Warga Jumapolo Karanganyar Hari Ini Ditemukan Positif Terpapar Covid-19. Tertular dari Warga Yang Pulang Mudik dari Jatim, Total Jadi 49 Kasus Positif

Bupati Yuni menguraikan rapid test digelar dengan menyasar beberapa komponen masyarakat yang dinilai paling berisiko dengan covid-19.

Di antaranya relawan covid-19 desa, pelaku perjalanan, ibu hamil yang beresiko tinggi, pedagang pasar, pembeli dan juga pada tokoh agama.

Menurutnya, hingga saat ini respon masyarakat baik terlihat dari banyaknya warga yang mendaftar rapid test.

“Apresiasi masyarakat baik, apalagi para pelaku perjalanan membutuhkan surat sehat yang melampirkan hasil rapid test. Ini juga menjawab pertanyaan masyarakat kenapa rapid test di rumah sakit harus bayar, sedangkan di sini tidak,” papar Yuni.

Menurutnya, rumah sakit tidak mendapatkan bantuan rapid test sehingga masyarakat harus mengganti biaya test kit.

Sementara rapid test yang digelar pemkab tidak dipungut biaya karena alatnya dibeli dengan dana APBD.

“Ini rapid test yang kita beli dari APBD yang memang digunakan untuk melihat sebaran Covid-19. Harapannya satu persen dari total populasi Sragen bisa kita lakukan checking,” terang Yuni.

Baca Juga :  Ratusan Pengurus dan Warga PSHT Ranting Sukodono Sragen Juga Turun ke Jalan Tolak Perobohan dan Pembongkaran Tugu. Ketua Ranting Sebut Perobohan Tugu Justru Bisa Jadi Bumerang!

Yuni melanjutkan, saat ini pihaknya menyediakan 3.000 unit rapid test kit Pemkab juga sudah memesan 5.000 rapid test kit lagi untuk memenuhi kebutuhan minimal 10.000 sampel dari seluruh wilayah di Sragen.

“Kita ambil sampel darah, nanti diproses di labkesda. Kalau hanya cek sebenarnya satu jam saja bisa, tapi yang kita siapkan kan bukan hanya hasilnya. Kita siapkan surat keterangan sehat, administrasinya. Besok kita serahkan ke peserta test. Karena bagi pelaku perjalanan yang akan kembali ke Jakarta kan harus membawa surat keterangan sehat dan hasil rapid test,” imbuh Yuni.

Ia menambahkan ribuan rapid test kit itu merupakan alat yang dibeli dari dana APBD. Pemkab berharap rapid test bisa dilakukan setidaknya pada 1 persen dari total populasi yang ada.

“Sampai hari ini kita sudah 1,5 persen yang dirapid test,” jelasnya. Wardoyo