JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tanpa Jebakan Setrum, Ratusan Ekor Tikus Berhasil Dibasmi Hanya Hitungan Jam di Persawahan Gawan Sragen. Ditangkap Dalam Gropyokan Libatkan Puluhan Petani, PPL dan Babinsa

PPL Swadaya Desa Gawan, Sutarno menunjukkan bangkai tikus yang ditangkap dalam gropyokan serentak Selasa (16/6/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
PPL Swadaya Desa Gawan, Sutarno menunjukkan bangkai tikus yang ditangkap dalam gropyokan serentak Selasa (16/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tingginya intensitas serangan hama tikus membuat sejumlah elemen di Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen mulai bergerak.

Puluhan petani dari dua kelompok tani di desa itu bersatu bersama beberapa elemen terkait untuk menggelar pemberantasan melalui kegiatan gropyokan, Selasa (16/6/2020) pagi.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Gawan, Suyatno mengatakan gropyokan itu digelar dengan bantuan dana dari
labolatorium POPT PHP Sukoharjo.

Gropyokan digelar untuk memutus perkembangbiakan dan populasi hama tikus yang selama ini menjadi ancaman bagi petani.

Baca Juga :  Tikus Merajalela, Distan Sragen Bakal Datangkan 40 Pasang Burung Hantu Tahun 2021. Luas Lahan Terserang Dilaporkan 50 Hektare

PPL Swadaya Desa Gawan, Sutarno menguraikan gropyokan secara serentak itu melibatkan petani yang tergabung di Kelompok Tani Sumber Makmur 2 Desa Gawan dan Kelompok Tani Tani Mulyo.

“Gropyokan ini juga sebagian didukung dana desa. Harapannya dengan gropyokan ini populasi tikus bisa ditekan, sehingga bisa mengamankan pertanian di sini. Karena kalau tidak dikendalikan dan sudah merajalela, semalam saja padi bisa gor (rusak) diserang tikus,” urainya.

Foto/Wardoyo

Kegiatan gropyokan itu juga diikuti sejumlah jajaran Pemdes setempat, mulai dari Kades Sutrisna, PHP Kecamatan Tanon, Sunarso bersama semua PPL Kecamatan Tanon serta Babinsa Gawan, Serma Suripto.

Baca Juga :  Fakta Baru Kasus Perampokan Pejabat Distan Sragen, Pelaku Diduga Sudah Nguntit dari Bank. Kapolres: Ini Sindikat Yang Bekerja Rapi!

Gropyokan dilakukan dengan metode pengemposan. Metode itu dinilai aman dan efektif dibanding penggunaan setrum jebakan tikus yang beberapa waktu lalu merenggut enam nyawa di beberapa kecamatan.

Dalam kegiatan gropyokan itu, ratusan tikus berhasil ditangkap dan dibasmi hanya dalam hitungan jam.

Hewan pengerat itu dibasmi dari sarangnya baik di pematang, lahan maupun di areal persawahan yang sebagian sudah habis panen palawija. Wardoyo