JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Pusat Studi Wanita Unisri, UPGRIS dan Women Movement Berdayakan Potensi Perempuan

Dr. Arri Handayani / dok Humas Unisri Surakarta
Dr. Arri Handayani / dok Humas Unisri Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM
Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Women Movement menjalin kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan pemberdayaan dan kapabilitas perempuan.

Jalinan kerja sama terswbut merupakan tindak lanjut dari webinar yang diselenggarakan Pusat Studi Wanita (PSW) bertema Menjadi Perempuan Tangguh di Tengah Pandemi Covid-19 Jumat (12/6/2020) pekan lalu.

Demikian pernyataan Kepala PSW Unisri, Setyasih Harini, SIP, MSi, Rabu (17/6/2020).

“Dengan UPGRIS tindaklanjut kegiatan berupa kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. Sedangkan dengan Woman Movement dalam bentuk seminar, pelatihan dan workshop,” ungkap Setyasih Harini.

Baca Juga :  Beberapa SMKN di Yogyakarta Mulai Pembelajaran Tatp Muka Terbatas

Lebih lanjut, Setyasih Harini menjelaskan, kesepakatan menjalin kerja sama didasarkan pada hasil rumusan webinar tersebut.

Kepala Pusat Studi Kependudukan, Perempuan dan Perlindungan UPGRIS, Dr. Arri Handayani, S.Psi, MSi, menyatakan bahwa perempuan sebagai bagian masyarakat dalam pandemi Covid-19 menghadapi ujian dalam semua sektor baik secara domestik dalam rumah tangga, pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Untuk itulah perempuan harus berani memberdayakan dirinya sendiri untuk membuat aktivitas yang kreatif dan menyenangkan agar bisa beradaptasi dengan kondisi yang tidak pasti.

Sedangkan Dra. Ningsih Hariyanto selaku Koordinator Woman Movement Indonesia memaparkan empat langkah yang dapat membantu perempuan menemukan potensi dirinya agar bisa beradaptasi dengan kondisi yang tidak pasti selama pandemi yakni beradaptasi dengan cepat, berpikir positif, strategi pribadi dan disiplin.

Baca Juga :  1.400 Mahasiswa Baru Unisri Ikuti Orientasi Kampus

Dengan keempat langkah tersebut, diharapkan perempuan bisa memunculkan dirinya sebagai pribadi yang tangguh, efektif dan kreatif dan mampu menghadapi segala situasi.

“Kami bertiga sepakat tidak hanya sekedar membahas dan memperbincangkan perempuan dalam ranah wacana semata. Point-point webinar tersebut segera kami rumuskan dan ditindaklanjuti dengan aktivitas nyata berupa penelitian, pengabdian masyarakat, seminar dan workshop, pelatihan tepat guna yang melibatkan langsung perempuan,” pungkas Setyasih Harini. suhamdani