JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Temuan Masalah di Kartu Prakerja, KPK Berharap Tak Sampai ke Penindakan

Ilustrasi kartu prakerja. Foto: prakerja.go.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan beberapa permasalahan di dalam Program Kartu Prakerja yang telah berlangsung beberapa tahap.

Meski demikian, KPK berharap temuan masalah tersebut tidak sampai mengarah pada penindakan. Namun cukup sampai ke pencegahan.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPK, Wawan Wardiana. Dia ingin agar masalah yang ditemukan KPK  bisa membawa program tersebut menjadi lebih baik.

“Transparansi dijaga, akuntabilitas dijaga, jangan sampai bergerak ke arah penindakan. Jangan,” ujar Wawan dalam diskusi daring, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Membeludak, DKI Gandeng 26 RS Swasta

Wawan juga berharap agar anggaran yang diperuntukkan dalam Kartu Prakerja bisa tepat sasaran.

“Jangan sampai dana yang sudah capek-capek dikumpulkan, tidak tepat sasaran. Saya harap semua masukan diperhatikan,” kata dia.

KPK setidaknya menemukan masalah dalam empat aspek program Kartu Prakerja, seperti: pendaftar di program Kartu Prakerja adalah kelompok yang bukan target yang disasar. Kerja sama dengan delapan platform digital juga tidak melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Baca Juga :  Sri Mulyani: Pembiayaan Utang Melonjak, APBN Kita Berat

KPK juga menemukan bahwa kurasi materi pelatihan tidak dilakukan dengan kompetensi yang memadai dan metode pelaksanaan program pelatihan secara daring berpotensi fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara.

Sebab metode pelatihan hanya satu arah dan tidak memiliki mekanisme kontrol atas penyelesaian pelatihan yang sesungguhnya oleh peserta.

KPK telah memberikan rekomendasi atas temuan tersebut dalam rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya pada 28 Mei lalu.

www.tempo.co