JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Update Corona Wonogiri, Warga Eromoko Meninggal Terkonfirmasi Positif COVID-19, Berprofesi ABK Transmisi Klaster Perjalanan Surabaya

Bupati Wonogiri Joko Sutopo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Wonogiri Joko Sutopo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Wonogiri bertambah. Penambahan terjadi di Kecamatan Eromoko yang diduga tertular transmisi klaster perjalanan Surabaya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan, yang bersangkutan berinisial S (58) dan telah meninggal dunia terkonfirmasi positif COVID-19, Jumat (26/6) lalu.

“Yang bersangkutan meninggal dunia dengan positif COVID-19 dan juga ada komorbid. Seperti gejala batuk, sesak nafas, bronkophneumonia dan DM (diabetes mellitus),” terang Bupati, Senin (29/6/2020).

Yang bersangkutan diketahui berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK). Dari informasi yang diperoleh, kapal tersebut bersandar di pelabuhan Surabaya, Jatim.
Yang bersangkutan tergolong orang tanpa gejala (OTG) maka saat di Surabaya sulit dideteksi.

Kemudian tutur Bupati Wonogiri, pada 13 Juni, korban pulang kampung ke Eromoko. Lalu, dia berinisiatif memeriksakan diri ke Puskesmas sekalian mencari surat keterangan sehat untuk syarat kembali ke Surabaya.

Baca Juga :  Tambah Terus Slur, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Kini Menjadi 97

Sampai di Puskesmas, yang bersangkutan lupa membawa KTP, lalu kembali lagi ke rumah. Namun, naas di tengah perjalanan kembali ke rumah, S mengalami kecelakaan lalu lintas. Paska kecelakaan itu dia sempat rawat jalan.

Selanjutnya, korban pada 23 Juni memeriksakan diri ke rumah sakit karena mengalami gejala klinis sesak nafas, setelah diperiksa dia hanya menjalani rawat jalan. Pada 24 Juni yang bersangkutan kembali memeriksakan diri ke rumah sakit Mulia Hati Wonogiri. Karena adanya gejala klinis yang mengarah Corona, maka pada 25 Juni oleh rumah sakit dirujuk ke RSUD Dokter Soediran Mangun Soemarso Wonogiri.

Baca Juga :  Ini Batas Atas Tarif Pemeriksaan Rapid Test Covid-19 yang Ditetapkan Kemenkes

“Pada pemeriksaan awal, S sudah menjalani rapid test dan pengambilan sampel spesimen untuk test swab. Lalu, pada 25 Juni, hasilnya keluar positif,” katanya.

“Yang bersangkutan ini masuk status PDP. Kalau dilihat dari keterjadiannya kasus ini adalah transimi perjalanan klaster kota besar. Maka yang perlu kita waspadai saat ini,dengan adanya kelonggaran adalah orang tanpa gejala,” tutur dia.

Sementara dari informasi, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Wonogiri saat ini tercatat ada 18 kasus. Dengan rincian, dua orang dirawat, tiga orang meninggal dan 13 orang dinyatakan sembuh. Aria