JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

2 Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Sewon II Bantul Ditutup Sementara

Ilustrasi virus corona. Pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19 di tanah air kian bertambah. Termasuk dua orang Nakes di Puskesmas Sewon II, Kabupaten Bantul.

Karena kejadian itulah, Puskesmas Sewon II, Bantul bakal ditutup untuk sementara waktu.

Upaya penutupan itu dilakukan untuk proses sterilisasi secara menyeluruh dengan penyemprotan disinfektan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa pun mengatakan, kedua tenaga medis tersebut diketahui terpapar Covid-19, seusai mengikuti swab test massal yang dilakukan secara masif oleh Pemkab Bantul, menyasar sejumlah fasilitas kesehatan.

“Ya, ditutup dulu, karena ada dua petugas kesehatan yang positif. Tapi, penutupannya hanya untuk penyemprotan disinfektan, selama dua kali 24 jam,” katanya, ketika dikonfirmasi, Senin (20/7/2020) siang.

Walau begitu, dokter yang akrab disapa Oki tersebut belum bisa memastikan, terkait pengoperasian kembali salah satu faskes itu.

Pihaknya masih menunggu hasil swab nakes lain yang diproses Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Yogyakarta.

“Kita masih menungggu hasil swab nakes lainnya keluar. Semoga dua hari ini bisa keluar hasilnya. Kalau sudah aman ya masuk, jadi paling tidak Kamis (23/7/2020) Puskesmas insyaallah beroperasi kembali,” terangnya.

Baca Juga :  Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan Ditutup karena Sejumlah Nakes Dinyatakan Positif Covid-19

Oki menegaskan, kontak tracing sudah dilakukan Dinas Kesehatan guna melacak kontak erat dua pasien yang baru dinyatakan positif terpapar virus per Senin (20/7/2020) ini.

Sesuai dengan regulasi, kontak erat pasien pun langsung menjalani swab test untuk penegasan diagnogsa.

“Internal (Puskesmas) kan sudah swab semua, kita tinggal menunggu hasilnya. Tapi, kalau yang di luar kita menyasar keluarganya ya, langsung kita terapkan swab test untuk kontak erat dua pasien tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sewon, Danang Irwanto menuturkan salah satu dari Nakes yang dinyatakan terpapar Covid-19 itu merupakan warganya.

Bahkan, lanjutnya, beberapa orang pun disinyalir ada kontak erat dengan pasien tersebut, sehingga harus menjalani swab test saat itu juga.

“Dua Nakes itu yang satu warga Sewon, sementara satunya lagi warga Pajangan. Langsung tracing yang di daerah kami, ada sekitar 17 kontak eratnya. Semua langsung swab test tadi pagi,” pungkasnya.

Selain itu, penutupan faskes pun terjadi tempat praktik seorang bidan di Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, setelah yang bersangkutan dinyatakan terpapar corona.

Baca Juga :  Pemkot Yogya Gencarkan Pemutusan Penularan Covid-19, Ini Yang Dilakukan    

Sampai sejauh ini, belum diketahui penutupan fasilitas kesehatan tersebut akan berlangsung berapa lama.

“Kami hentikan dulu praktiknya, hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah ini harus kami lakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19,” ungkap Pj Kepala Desa Pendowoharjo, Sewon, Baron Nur Cahyo.

Menurutnya, bidan yang juga praktik di Puskesmas Kasihan I tersebut diketahui positif Covid-19 setelah mengikuti tes swab massal oleh Dinas Kesehatan Bantul.

Alhasil, faskes itu pun harus ditutup sementara waktu, untuk dilakukan penyemprotan disinfektan, atau sterilisasi.

“Tracing sudah dilakukan, meliputi anggota keluarga dan lainnya, mereka langsung menjalani swab test. Untuk yang warga desa kami, koordinasi dilakukan dengan pak dukuh. Kami minta warga melakukan tes cepat secara mandiri, sebagai upaya deteksi dini,” tambahnya.

Camat Kasihan, Slamet Santosa, menyatakan Puskesmas yang berlokasi di Desa Bangunjiwo tersebut ditutup mulai hari ini, sampai dengan Selasa (21/7/2020).

Namun, dirinya bisa bernafas lega setelah hasil swab tenaga kesehatan lainnya tidak ada satupun yang positif corona.

“Untuk hasil swab seluruh karyawan dan nakes lainnya di Puskesmas Kasihan I negatif,” ujarnya.

www.tribunnews.com