JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

300 Kasus Covid-19 dari Klaster Perusahaan di Semarang, Hendi : Jadi Fokus Penanganan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan kepada para awak media. Foto: JSNews/Satria Utama
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang fokus mencermati klaster perusahaan penularan corona virus disease 2019 (covid-19). Klaster tersebut menjadi fokus penanganan setelah dari hasil tracing di tiga perusahaan ditemukan sekitar 300 orang tertular covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam saat dikonfirmasi menyatakan kaster tiga perusahaan saat ini menjadi penyumbang kasus covid-19 yang cukup besar di Kota Semarang.
“Saat ini dari klaster perusahaan ada sekitar 300 orang yang terkonfirmasi positif covid-19,” terang Hakam sapaan akrabnya kepada para awak media.

Lebih detail, Hakam menyebutkan, jumlah sekitar 300 kasus tersebut merupakan hasil tracing di tiga perusahaan dan sebagian dari hasil tracing atau penelusuran yang telah dilakukan petugas Dinkes Kota Semarang. Menurut dia, hingga saat ini tracing terus dilakukan hingga ke rumah, kos, maupun lingkungan sekitar para karyawan.

“Munculnya klaster perusahaan bermula dari adanya karyawan di tiga perusahaan tersebut masuk pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit. Ternyata, mereka bekerja di pabrik. Kemudian petugas Dinkes melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan klaster baru di perusahaan,” terang dia.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Beberkan Sejumlah Kepala Daerah Enggan Gelar Tes Massal Covid-19

“Jadi awal dari penularan yakni dari rumah atau kos-kosan dari karyawan tersebut. Kemudian dia bekerja di pabrik dan menularkan ke karyawan yang lain. Hampir 99 persen OTG atau orang tanpa gejala,” sambungnya.

Lebih lanjut, Hakam menjelaskan, penyebaran covid-19 di klaster tiga perusahaan menjadi fokus penanganan. Lebih lanjut, Hakam menambahkan, mereka yang masuk dalam OTG mayoritas melakukan isolasi mandiri difasilitasi oleh perusahaan masing-masing. Sebagian ada yang melakukan isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang.

“Dari hasil penelusuran, karyawan yang dinyatakan positif tidak seluruhnya warga Kota Semarang. Ada salah satu perusahaan yang banyak berasal dari luar kota, da nada juga perusahaan yang banyak dari Kota Semarang,” ungkapnya.

Sementara, berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang di laman siagacorona.semarangkota.go.id, total kasus positif Covid-19 di Kota Semarang sejak awal pandemi hingga Rabu (8/7/2020) siang, ada 2.218 orang dengan rincian 984 orang positif masih dalam perawatan dan perbaikan klinis, 1.019 orang telah sembuh, dan 215 orang meninggal.

Baca Juga :  Inilah Fenomena Pembelajaran Daring yang Terjadi di Kudus

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, ada beberapa klaster besar yang menyumbangkan kasus covid-19 di Kota Semarang, antara lain pasar, tenaga medis, dan pabrik atau perusahaan. Klaster perusahaan ini membuat lonjakan cukup besar di Kota Semarang.

“Pantauan terhadap history klaster, kan ada pasar, tenaga medis, rumah sakit, puskesmas dan yang terakhir cukup besar di pabrik atau kawasan industri, fokus nanti patroli ke pabrik,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (8/7/2020).

Hendi juga menjelaskan klaster dari 3 perusahaan tersebut cukup besar pengaruhnya terhadap penambahan kasus corona di Kota Semarang. Kendati demikian, ia memang belum menyebutkan nama tiga perusahaan yang menjadi klaster itu. Namun Hendi membenarkan jika salah satunya merupakan perusahaan bidang garmen.

Tracing langsung dilakukan saat mengetahui ada klaster Corona di sana. Ia berharap protokol kesehatan di perusahaan seperti pabrik bisa lebih diperketat termasuk ketika jam istirahat atau makan siang.

“Ada garmen, kemudian BUMN, kemudian migas. (lokasinya) Ada yang di pelabuhan,” ujarnya. Satria Utama