JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bisnis Ikan Hias di Temanggung Makin Menggeliat

Kelompok Usaha Mina Papilon terletak di Dusun Sidorejo, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung. Istimewa

TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Hobi dan kegemaran seseorang memanglah beraneka ragam, salah satunya adalah ikan hias. Di sisi lain, peluang bisnis budidaya ikan hias ternyata menyimpan potensi sangat menjanjikan. Selain pasarnya yang sangat luas, usaha ikan hias membutuhkan keahlian khusus yang tak setiap orang mampu.

Seperti hal di Kabupaten Temanggung. Mendengar kata Papilon, tentunya tidak asing di telinga pecinta ikan koi di wilayah Kabupaten Temanggung. Papilon merupakan nama kelompok usaha yang menekuni usaha budidaya ikan hias.

Kelompok Usaha Mina Papilon terletak di Dusun Sidorejo, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung. Kelompok yang berdiri sejak 13 Maret 2010 ini, selain budidaya ikan koi juga mengembangkan ikan hias lainnya, seperti ikan nilem, koki, dan dewa.

Baca Juga :  Bantu Tangkap Begal, Warga Desa Pasir Langsung Diundang Kapolres. Kapolres Apresiasi Warga Tak Main Hakim Sendiri

“Saat ini yang dibudidayakan di sini ikan koi, ikan koki, sama ikan nilem untuk restoking di perairan umum,” jelas Ketua Kelompok Usaha Mina Papilon, Untung Sugiarto, saat ditemui, belum lama ini.

Ditambahkannya, banyak pedagang maupun para menghobi ikan hias yang datang ke Papilon untuk mencari ikan hias, khususnya ikan koi. Harga yang ditawarkan sangat variatif, mulai Rp10.000-an sampai jutaan rupiah.

“Rata–rata para pedangang karena mau dijual lagi di sini mencari yang harga Rp10 ribuan ukuran 10-15 sentimeter untuk Grade C,” terangnya.

Untung mengatakan omzet yang didapatkan rata- rata Rp 5 juta per bulan. Tak hanya mengembangkan bisnis budidaya ikan, Kelompok Usaha Mina Papilon juga sering melakukan restoking atau merilis ikan di beberapa embung dan sungai di wilayah Temanggung, seperti di Embung Kledung, Embung Bansari, Sungai Galeh, Sungai Brakom.

Baca Juga :  Satu ASN Terpapar Covid-19, Pelayanan di Disdukcapil Blora Ditutup Sementara

Adapun ikan yang disebar seperti ikan nilem dan ikan koi. Hal itu sebagai upaya untuk keberlangsungan ekosistem ikan di sungai.

“Di tempat kita ini bukan melulu soal keuntungan atau jual beli. Tetapi juga menjaga ekosistem dan pemberdayaan masyarakat, supaya juga menjaga sungai biar tidak tercemar,” imbuh Untung.

Selain digunakan untuk pembudidayaan ikan hias, Kelompok Usaha Mina Papilon juga dapat difungsikan sebagai tempat wisata, serta sebagai tempat kegiatan dan penelitian bagi mahasiswa perikanan. Satria Utama