JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Diduga Depresi Karena Penyakit, Warga Jekulo Kudus Nekat Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri. JSNews. Aris Arianto

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (13/7/2020) siang. Warga tersebut yakni H seorang pria berusia 65 ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung di rumahnya.

Peristiwa ini sempat menuai misteri. Pasalnya, sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis ini, H sempat menulis surat untuk keluarganya. Diduga penyebab H nekat gantung diri akibat depresi penyakit yang dideritanya. H diketahui memiliki riwayat penyakit batu ginjal.

Data yang dihimpun, aksi bunuh diri ini ditemukan pertama kali oleh MK (30) anak kandung H yang baru saja pulang dari kerja. Saat masuk di ruang tengah rumahnya, ia melihat tubuh ayahnya dalam posisi tergantung. Sontak, ia berupaya menolong ayahnya dan berteriak.

Baca Juga :  Edukasi Disiplin Protokol kesehatan Sasar Sopir Angkot Kota Semarang

Teriakan anak korban didengar oleh tetangga dan keluarganya. Oleh warga sekitar, peristiwa ini langsung dilaporkan kepada perangkat pemerintah desa Honggosoco serta pihak Polsek Jekulo.

Kapolsek Jekulo AKP Supartono saat dikonfirmasi wartawan membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Menurut dia, peristiwa ini terjadi pada Senin (13/7/2020) siang pihaknya mendapat laporan ada warga Honggosoco yang bunuh diri.

“Iya, kejadiannya Senin siang sekira pukul 12.00 WIB,” terang Kapolsek.
“Kemungkinan korban gantung diri saat anaknya pergi bekerja,” sambung AKP Supartono.

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan, setelah merima lapora kejadian tersebut, tim Inafis Polres Kudus kemudian membawa jasad korban ke Puskesmas Tanjungrejo untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan yang dilakukan dr. Any Rahmawati pada jasad AH, tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga :  Terpilih secara Aklamasi, Amir Machmud Kembali Nahkodai PWI Jateng Periode 2020-2025

Pihak keluarga menerima telah menerima peristiwa ini. Seusai dilakukan pemeriksaan, jenazah H langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.

“Penyebab kematian murni disebabkan karena gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayan. Diduga penyebabnya akibat depresi menderita penyakit yang tidak kunjung sembuh,” sambung dia.

Saat dikonfirmasi terkait surat yang ditulis oleh H, Kapolsek Supartono menegaskan surat tersebut ditemukan keluarga H tergeletak di dekat kulkas. Surat tulisan tangan korban tersebut berisikan permohonan maaf kepada keluarga.

“Surat tersebut berisikan permohonan maaf dari korban. Atas kejadian ini, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban,” imbuh dia. Satria Utama