JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dirut PT INKA Akui Adanya Keretakan Sejumlah Gerbong Pesanan KAI

Tampak sejumlah rangkaian gerbong kereta api (KA) ekonomi AC yang sudah dibuat PT Inka untuk angkutan lebaran tahun 2012 di pabrik setempat, Rabu (11/7/2020) / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  -Fakta adanya keretakan pada sejumlah gerbong kereta produk PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA), diakui oleh Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro.

Dia menjelaskan, pengadaan gerbong kereta pesanan itu, merupakan proyek tahun 2013 lalu.

“Betul, ini pengadaan gerbong untuk angkut peti kemas yang diisi semen dan atau batubara produksi 2013,” katanya kepada Tempo, Rabu (8/7/2020).

Budi menjelaskan, proses penyelesaian persoalan INKA dan KAI telah melibatkan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP).

Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi prinsip good corporate governance (GCG).

“INKA dan KAI minta bantuan BPKP untuk memberikan saran dan pendapat terhadap proses dan prosedurnya,” tutur dia.

Baca Juga :  Jumlah Kabupaten dan Kota yang Berzona Merah Kian Bertambah

Saat ini, Budi memastikan perusahaan sudah melakukan perbaikan terhadap gerbong-gerbong yang rusak.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartyanto sebelumnya menuturkan, gerbong kereta produksi INKA yang mengalami kerusakan jumlahnya cukup signifikan.

“Itu jumlahnya signifikan dan ini sedang kami selesaikan. Kami ditengahi BPKP,” tutur Didiek dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (8/7/2020).

Menurut Didiek, KAI sudah melaporkan masalah tersebut kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan. Perseroan pun meminta arahan terkait kelanjutan hubungan kerja sama antara KAI dan INKA.

Adapun masalah ini lontarkan saat menanggapi usulan dari Komisi VI terkait efisiensi perusahaan.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Dijerat dengan 3 Pasal Ini

Dewan meminta KAI memperbarui pola manajemen, termasuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk mencegah adanya defisit arus kas.

Didiek menerangkan, perusahaan kereta milik negara itu sebelumnya sudah menggandeng INKA dalam pengadaan sarana.

Bahkan, dia mengklaim hampir 90 persen gerbong milik KAI merupakan produk buatan INKA.

Imbas kejadian ini, Didiek mengatakan perusahaan ke depan akan membuka sistem lelang untuk pengadaan sarana yang dibutuhkan.

“Apabila ada komponen TKDN, ada relaksasi harga pak. Jadi kalau ada TKDN di atas 25 persen, harga domestik bisa lebih mahal 25 persen dibandingkan dengan harga asing, kami sepakat,” tuturnya.

www.tempo.co