JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Disiplin Protokol Kesehatan di Lingkungan Pesantren Terus Dipacu

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berbagai upaya dilakukan semua pihak untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19, tidak terkecuali di lingkungan pondok pesantren.

Sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah sudah beraktivitas kembali setelah beberapa bulan terakhir memberlakukan belajar di rumah. Kembalinya para santri ke ponpes, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mewajibkan semua pesantren menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19 di lingkungan ponpes.

“Para santri harus jadi Satgas Santri di ponpes masing-masing. Protokol kesehatan harus dikedepankan, jadikan kebiasaan-kebiasaan baru sebagai budaya sehari-hari demi kesehatan santri, kiai, pengasuh, dan penghuni pesantren lainnya,” pinta Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat memimpin rapat evaluasi pembelajaran masa adaptasi kebiasaan baru di pondok pesantren, Senin (20/7/2020).

Pada rapat virtual yang dikuti Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Daroji serta perwakilan pengasuh ponpes dari berbagai daerah di Jateng itu, membahas berbagai kebiasaan baru di lingkungan ponpes di masa pandemi covid-19.

Baca Juga :  Duh Gusti, Kakek asal Sempor Tega Rusak Kehormatan Cucunya Sendiri Sejak Usia 12 Tahun. Korban Disetubuhi Berulangkali Saat Rumah Sepi, Diancam Dibunuh Jika Tak Mau Melayani

Diantaranya menjadikan ruang kelas menjadi tempat tidur santri, etika batuk dan bersin di lingkungan ponpes, edukasi tentang kesehatan serta pengecekan kesehatan para santri yang melibatkan Dinas Kesehatan setempat.

“Kegiatan belajar akan dilakukan di luar ruangan, seperti di masjid atau aula. Ruang kelas kita jadikan ruang tidur santri, ini sekaligus sebagai upaya penerapan pembatasan sosial dan jaga jarak fisik antarsantri“ ujar pengasuh Pondok Pesantren Balekambang Jepara, Miftahudin.

Selain itu, setiap hari petugas dari Dinkes Jepara datang untuk mengecek kondisi kesehatan penghuni ponpes, jika ada yang suhu subuhnya di atas 37 derajat Celcius akan dilokasir. Tidak kalah penting adalah pembatasan tamu terutama dari daerah zona merah, melakukan senam pagi setiap hari, menyediakan fasilitas cuci tangan di beberapa titik, serta menggencarkan sosialisasi kepada para santri tentang pentingnya kebersihan diri dan lingkungan untuk kesehatan.

Hal serupa juga diterapkan di Ponpes Al-Hikmah 1 Brebes. Pondok pesantren berlokasi di Kecamatan Sirampog itu sudah kembali beraktivitas mulai 13 Juni 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan. Pengasuh ponpes mewajibkan santri untuk melapor apabila mengalami keluhan sakit atau suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius, serta menggencarkan kampanye pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Segera Tertibkan Kabel yang Semrawut, Pembangunan Jaringan Kabel Bawah Tanah Dikebut

“Di ponpes kami terdapat sekitar 300 kamar. Kami selalu memperingatkan pentingnya kebersihan dan kewajiban memakai masker. Setiap santri kami minta membawa peralatan makan dan mandi sendiri-sendiri, tidak boleh ada yang dipakai bareng-bareng seperti kebiasaan sebelumnya. Ini adalah upaya dan ikhtiar kami sesuai anjuran Pemprov Jateng,” beber pengasuh Ponpes Al Hikmah Brebes Labib Shodiq.

Demi meminimalisir penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren, orang tua santri dilarang menjenguk sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihak ponpes juga rutin menyemprotkan disinfektan di tempat-tempat umum dan benda-benda yang sering dipegang santri seperti gagang pintu, saklar lampu, komputer, meja, lantai, dan lainnya. Demikian pula peralatan ibadah harus rutin dicuci. Ris | Satria Utama