JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gawat, Terlanjur Naik Pesawat dan Tiba di Kalimantan, Pemuda asal Sragen Baru Ketahuan Swabnya Dinyatakan Positif Covid-19. Setelah Diswab Ulang Ternyata Hasilnya Mengejutkan!

Suasana bandara dengan orang-orang yang hendak melakukan perjalanan. Foto: pixabay.com
Suasana bandara dengan orang-orang yang hendak melakukan perjalanan. /pixabay.com

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus positif corona atau covid-19 yang terjadi pada EM (31) seorang pemuda asal Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen pada Minggu (26/7/2020) menyisakan cerita mengejutkan.

Pasalnya hasil rapid test dan swab test pemuda yang merantau di Kalimantan Timur itu sempat berubah-ubah. Hal itu membuat pemuda itu, keluarga hingga pihak desa kebingungan.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , EM pulang ke kampung halaman di Bedoro, Sambungmacan beberapa waktu lalu.

Ia pulang untuk menengok orangtuanya yang sudah tua karena pada Lebaran lalu tak bisa pulang akibat kondisi pandemi dan pembatasan aturan perjalanan.

Setelah pulang dan beberapa saat di rumah, ia pun berniat kembali ke perantuan di Kalimantan Timur. Karena ingin naik pesawat, EM pun memeriksakan diri sekaligus melakukan rapid dan swab test mandiri sebagai syarat mengurus surat keterangan sehat.

“Yang bersangkutan periksa dan melakukan rapid serta swab test mandiri ke RSUD Moewardi Solo. Tanggal 16 Juli kemarin periksa. Tanggal 20 Juli keluar hasil rapid test dan dinyatakan nonreaktif,” papar Kades Bedoro, Pri Hartono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (30/7/2020).

Karena nonreaktif atau negatif, sehingga EM pun langsung bertolak ke Kaltim dengan naik pesawat. Kades menguraikan selama perjalanan hingga bandara, EM menceritakan bahwa semua berjalan lancar dan tidak ada kendala.

Baca Juga :  Ponpes Ustadz Habib MA di Tangkil Sragen Masih Ditutup, 10 Santri dan Anaknya Isolasi Mandiri. Total 121 Orang Terlacak Kontak Erat dan Jalani Swab

Selain kondisinya juga sehat, surat sehat dan hasil rapid test nonreaktif membuatnya aman dan lolos pengecekan. Sampai akhirnya yang bersangkutan tiba di Kaltim dengan selamat tanpa kendala.

Persoalan muncul ketika sehari tiba di Kaltim, atau tanggal 23 Juli 2020, mendadak ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit soal hasil swab test EM sudah keluar dan dinyatakan positif covid-19.

“Mendengar hasil itu, semua kaget. Bagaimana bisa hasil rapid test negatif, tapi swab dinyatakan positif. Padahal yang bersangkutan terlanjur melakukan perjalanan dan sampai di Kalimantan.

Di tengah kebingungan itu, kemudian pihak DKK melakukan tracking dan melakukan swab test terhadap lima anggota keluarga yang kontak erat dengan EM ketika di rumah.

Menurut Kades, bersamaan dengan itu, EM juga melakukan swab test mandiri di Kaltim dan hasilnya baru saja keluar, Rabu (29/7/2020) malam tadi.

Dan mengejutkan, ternyata hasil swab EM di Kaltim menunjukkan bahwa ia dinyatakan negatif covid-19. Bersamaan itu, hasil swab lima keluarganya di Bedoro, juga sudah keluar dan semuanya dinyatakan negatif.

Baca Juga :  Meninggal Terpapar Covid-19, Ustadz Muda Sragen, Habib MA Tinggalkan Satu Istri dan 4 Anak. Dikenal Baik dan Sosok Cerdas

“Alhamdulillah, tadi malam hasil swab EM di Kaltim sudah keluar dan dinyatakan negatif. Lima anggota keluarga juga negatif sehingga semua negatif. Kami dan warga baru bisa lega. Sebelumnya sempat resah karena hasil testnya kok berubah-ubah,” tukasnya.

Sebelumnya, EM dinyatakan positif bersama empat warga Sragen lainnya pada Minggu (26/7/2020).

“Ada tambahan lima kasus positif hari ini. Hasil swab keluar hari ini dan kelimanya dinyatakan positif covid-19. Tiga orang dari Kecamatan Gemolong, satu dari Tanon dan satunya dari Kecamatan Sambungmacan,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (26/7/2020).

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menguraikan kelima pasien positif baru itu, empat diantaranya diketahui dari hasil tracking yang dilakukan oleh tim DKK berdasarkan kasus-kasus positif sebelumnya.

Sedangkan satu pasien yakni dari Desa Bedoro, Sambungmacan merupakan pasien baru yang memiliki riwayat perjalanan dari Kalimantan Timur.

Tiga pasien baru asal Gemolong, positif setelah tertular dari kontak pasien asal Peleman, Gemolong yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Geyer Purwodadi dan tertular dari pedagang Pasar Gemolong.

Sedangkan satu pasien baru asal Tanon diketahui berprofesi sebagai pedagang Pasar Bunder dan Pasar Gemolong. Wardoyo