JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gegara Covid-19, Agenda Salat Idul Adha bersama Bupati di Alun-Alun Sragen Ditiadakan. Kepala Kemenag Tegaskan Salat Ied di Masjid Dibolehkan, di Tanah Lapang Tidak Dianjurkan!

Hanif Hanani. Foto/Wardoyo
Hanif Hanani. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak Kementerian Agama Kabupaten Sragen memastikan agenda salat Idul Adha atau salat Ied 1441 hijriyah di Alun-alun Sragen yang biasanya dihadiri bupati, kali ini ditiadakan.

Kondisi pandemi covid-19 menjadi alasan Pemkab meniadakan salat Ied di Alun-alun yang sedianya digelar Jumat (31/7/2020) besok.

“Kami sudah menyurati ke Gugus Tugas Kabupaten dan juga sudah ada pemberitahuan bahwa Salat Idul Adha dengan bupati di Alun-alun ditiadakan,” papar Kepala Kantor Kemenag Sragen, Hanif Hanani, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (30/7/2020).

Baca Juga :  Gara-gara Virus Bernama Corona, TMMD Sengkuyung di Desa Terpinggir Sragen Terpaksa Digelar Tanpa Upacara. Tapi Dandim Pastikan Proyek Jalan Cor Blok Sepanjang 947 Meter Tetap Dilaksanakan 30 Hari!

Hanif menguraikan untuk masyarakat umum, pihaknya juga sudah mengeluarkan pemberitahuan lewat penyuluh-penyuluh. Yakni salat Idul Adha di tanah lapang atau tempat terbuka tidak dianjurkan.

Yang dibolehkan adalah salat Ied di masjid tapi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Yakni jaga jarak, mengenakan masker dan membawa sajadah sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Rumah Mbah Marto di Kedawung Sragen, 2 Ekor Sapi Luka Bakar, Pemilik Terpaksa Harus Mengungsi

Mengapa salat Ied di tempat terbuka atau lapangan tidak dianjurkan? Hanif mengatakan salat Ied di lokasi terbuka, alun-alun dan tanah lapang rentan diikuti warga dari berbagai wilayah dan akan lebih sulit dikontrol.

“Kalau di masjid kan biasanya hanya warga satu lingkungan saja. Kalau di alun-alun atau lapangan, bisa dari mana-mana. Ini juga untuk antisipasi di tengah pandemi Covid-19,” tukasnya. Wardoyo