JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gubernur Ganjar Instruksikan Insentif untuk Tenaga Kesehatan Dicairkan Minggu ini

Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani pasien corona virus disease 19 (covid-19) di Jawa Tengah segera dicairkan. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam rapat mingguan pengendalian covid-19.

Ganjar memerintahkan insentif untuk tenaga kesehatan perawat covid-19, segera dicairkan dalam minggu ini. Sebab, saat ini anggaran dari APBN sudah sampai di kas daerah.

Ganjar mengaku sudah berdiskusi dengan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus, saat mengunjungi Semarang, akhir pekan lalu.

“Insentif ternyata dibagi tiga, pusat, provinsi dan kabupaten atau kota. Kemarin ngobrol dengan Menteri Kesehatan, saya ngobrol berdua, itu akan diurus daerah dan tak perlu mengajukan ke pusat. Duit akan ditransfer ke daerah, sudah selesai. Ini tinggal eksekusi saja,” ujarnya.

Baca Juga :  3 Terdakwa Penolak Jenazah Pasien Covid-19 Dijatuhi Vonis 4 Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Untuk itu, gubernur segera menugaskan dinas terkait, dalam hal ini BPKAD dan Dinas Kesehatan, untuk mengurus hak para tenaga kesehatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menyebut, ada perubahan peraturan terkait pencairan insentif tenaga kesehatan. Sebelumnya, semua tagihan diajukan semua ke pemerintah pusat.

“Nah sekarang, itu didaerahkan. Untuk pemerintah provinsi membayar rumah sakit milik provinsi. Sedangkan untuk di kabupaten dan kota menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Sementara, untuk rumah sakit vertikal dan swasta masih menginduk ke pusat. Adapun anggarannya berasal dari APBN,” ujarnya.

Baca Juga :  Duh Gusti, Kasih Uang Jajan Rp 50.000, Seorang Bapak di Banyumas Tega Setubuhi 2 Anak Gadisnya Secara Bergantian di Kamar Masing-Masing. Polisi Amankan BB 3 Celana Dalam

Yulianto menyebut, anggaran insentif bagi tenaga kesehatan yang merawat Covid-19 sekitar Rp 4,5 miliar (hingga Mei). Nantinya, anggaran tersebut akan dibayarkan langsung ke rekening masing-masing penerima.

“Kalau perintah Pak Gubernur Minggu ini. Nanti akan kami koordinasikan tentang dokumen yang telanjur dikirim ke pusat, kita tarik dan bayarkan,” ungkap Yulianto. Satria Utama