JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Inilah Penyebabnya Mengapa Mr Lockdown Tegal Berubah Sikap dalam Tangani Covid-19

Wali kota Tegal Dedy Yon Supriyono (paling kiri), Wakil Wali kota Muhammad Jumadi (nomor 2 dari kiri), Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana (nomor 2 dari kanan), dan Sekda Johardi (paling kanan) buka puasa di resto Bang Awi Kota Tegal. Foto: Dok
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

TEGAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tidak banyak yang tahu kalau Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono atau biasa akrab dijuluki Mr Lockdown punya cerita tersendiri terkait Covid-19. Ia sempat menjadi pembicaraan karena menjadi pemimpin daerah pertama kali yang melakukan lockdown Kota Tegal untuk mencegah penularan virus corona.

Akhir-akhir ini ia juga punya cerita. Dua kali ia berubah sikap terkait penanganan Covid-19. Perubahan itu sangat pantas diapresiasi karena terkait dengan keselamatan banyak orang terutama masyarakat Tegal.

Perubahan sikap yang pertama adalah terkait dengan acara Pelantikan Relawan Mandiri Covid-19 Kota Tegal pada Jumat (30/7/2020). Perubahan sikap yang kedua adalah terkait pembubaran Gugus Tugas Covid-19 Kota Tegal.

Terjadinya perubahan sikap terkait Covid-19 dari Wali Kota Tegal ini setelah yang bersangkutan berdiskusi dengan pakar komunikasi, Aqua Dwipayana.

Aqua sehari-hari aktif di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 membantu Letjen TNI Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nasional. Awalnya, Walikota Tegal berkomunikasi dengan Aqua lewat telepon.

“Saat itu Pak Dedy Yon Supriyono, pada Rabu malam (29/7/2020) sekitar pukul 20.30 telpon. Waktu itu saya sedang berada di mobil di jalan tol dari Semarang ke Solo. Saya dari Semarang setelah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membahas penanganan Covid-19 di Jateng,” ungkap Aqua kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Dedy meminta saran terkait rencana Pelantikan Relawan Mandiri Covid-19 Kota Tegal pada Kamis (30/7/2020) pukul 15.30 di Alun-alun Kota Tegal. Sekda Kota Tegal, Johardi sudah mengirimkan undangan dan denah tempat acara ke banyak pihak. Rencana semula undangannya sekitar 2.000 orang. Jumlah yang sangat banyak untuk berkumpul saat pandemi Covid-19.

Baca Juga :  BNNP Jateng Bongkar Peredaran Brownies Rasa Ganja di Jepara, Hasil Kreasi Penjahat Narkotika di Tengah Pandemi Covid-19

“Tempatnya di Alun-alun Kota Tegal cukup luas. Jadi setiap peserta bisa jaga jarak. Itu alasan Pak Dedy mengapa akan mengundang jumlah relawan dengan jumlah banyak,” ujar Aqua.

Setelah mendapat penjelasan Dedy, lantas Aqua memberikan saran. Menurut Aqua, rencana melantik Relawan Mandiri Covid-19 Kota Tegal sangat bagus. “Mungkin ini yang pertama kali di Indonesia. Cuma saran saya kepada beliau, bahwa yang hadir cukup perwakilan saja. Jumlahnya jangan lebih dari 10 persen dari yang direncanakan semula,” kata Aqua.

Tempatnya memang luas, lanjut Aqua, cuma tidak ada yang bisa menjamin kalau pesertanya tidak bersentuhan. Apalagi salah satu kelemahan orang Indonesia kurang disiplin. Akhirnya Walikota berubah sikap menyetujui saran dengan tidak menghadirkan massa dalam jumlah besar.

“Meski jumlah pesertanya tidak sampai ribuan orang, namun sejarah sudah mencatat bahwa Mr Lockdown telah melakukan yang terbaik untuk warga Kota Tegal dan Indonesia,” ujar Aqua yang juga anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI) ini.

Dikatakan Aqua, saat dirinya memyampaikan saran, Dedy tampak serius menyimak.  “Baik Pak Aqua. Saya akan laksanakan semua saran bapak. Segera saya sampaikan ke teman-teman di Kota Tegal terutama ke panitianya,” begitu kata Walikota seperti yang ditirukan Aqua.

Aqua yang semula tidak ada rencana ke Kota Tegal, dari Yogyakarta atau Semarang naik pesawat kembali ke Jakarta, memutuskan ke Kota Tegal untuk silaturahim ke Dedy, Kamis (30/7/2020). Kemudian jalan darat ke Bogor.

Baca Juga :  Fasilitas Olah Raga di Kendal Belum Bisa Dibuka

Tak hanya itu, perubahan sikap dari Walikoya Tegal ini juga berlangsung terkait pembubaran Gugus Tugas COVID-19 Kota Tegal.  Sebelumnya pertengahan Juli 2020 lalu, Aqua Dwipayana menerima kiriman link berita dari Letjen TNI Doni Monardo yang berjudul “Wali Kota Mantap Bubarkan Gugus Tugas COVID-19 Kota Tegal pada 30 Juli Mendatang” .

Doni menjelaskan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dibentuk oleh Keputusan Presiden (Keppres). Jadi yang bisa membubarkan hanya Keppres. “Tolong hal ini Pak Aqua sampaikan kepada Wali kota Tegal Pak Dedy,” ujar Doni Monardo seperti yang ditirukan Aqua Dwipayana .

Menerima pesan itu, Aqua Dwipayana langsung kontak Dedy untuk menyampaikan pesan dari Doni. Aqua yakin Dedy mau mengikuti semua saran yang disampaikan. “Saya bilang ke Walikota ada pesan dari Pak Doni Monardo bahwa Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dibentuk oleh Keppres. Jadi yang bisa membubarkan hanya Keppres. Saran saya agar rencana membubarkannya dibatalkan,” ungkap Aqua.

Dedy mendengarkan dan melaksanakan semua pesan yang disampaikan. Dia membatalkan rencana membubarkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tegal.

“Terima kasih banyak Mr Lockdown karena sudah berkenan mendengarkan dan melaksanakan saran kami. Insya Allah saya mendukung Mr Lockdown terutama untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tegal,” pungkas Dr Aqua. (asa)