JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Jelang Idul Adha 1441 H, Populasi Hewan Kurban di Jateng Surplus

Kepala Disnakkeswan Jateng, Lalu Muhammad Syafriadi. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Populasi  hewan kurban di Jawa Tengah (Jateng) dipastikan memenuhi kebutuhan kurban tahun 2020. Berdasarkan catatan pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah, populasi sapi, kambing, domba dan kerbau surplus untuk memenuhi kebutuhan kurban pada 2020.

Namun, pihaknya tetap waspada akan masuknya hewan dari daerah lain menjelang Idul Adha. Kepala Disnakkeswan Jateng, Lalu Muhammad Syafriadi, menyebutkan, jumlah populasi sapi mencapai 1.786.933 ekor, kerbau 59.479 ekor, kambing 3.969.840 ekor dan domba 2.418.431 ekor. Adapun, perkiraan kebutuhan untuk kurban tahun 2020, sapi sebanyak 104.164 ekor, kerbau 4.248 ekor, kambing 264.619,ekor dan domba 101.819 ekor.

Baca Juga :  Kisah Mantan Penjual Martabak Yang Diburu Polisi Usai Banting Setir Jari Malmot. Mengaku dalam 45 Hari Gasak 8 Motor Petani

Dengan potensi populasi tersebut, imbuhnya, Jawa Tengah mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban. Namun, masih banyak dijumpai pelaku usaha musiman yang memasukkan hewan dari daerah Bali, Nusa Tenggara Barat, ataupun Nusa Tenggara Timur.

“Di samping harganya relatif murah dibanding sapi lokal, Jawa Tengah juga berperan dalam mendukung kebutuhan nasional akan hewan kurban, terutama di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi),” ujarnya, seperti keterangan resmi yang diterima.

Oleh karena itu, Disnakkeswan Jateng telah menerbitkan surat edaran terkait peningkatan, pengawasan dan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun 2020.
Pihaknya meminta para peternak melakukan suntik anticacing hati, setidaknya dua bulan sebelum Idul Adha.

Baca Juga :  Tertangkap Gubernur Buang Limbah ke Bengawan Solo, Petinggi Perusahaan asal Karanganyar Bernama Edy Langsung Keder. Sempat Mengelak Tapi Akhirnya Ampun-ampun!

“Kami juga menyiagakan Pos Lalulintas Ternak yang berada di perbatasan daerah untuk melaksanakan pemeriksaan Surat Kesehatan Hewan (SKH) dan penyemprotan hewan. Bilamana ada yang tak sesuai, bisa mengeluarkan penolakan terhadap pemasukan (ke Jateng) hewan tersebut,” paparnya.

Lebih detail, Lalu menyampaikan, pihaknya terus mengingatkan agar peternak waspada terkait zoonosis, yakni penyakit menular dari hewan ke manusia.
“Karena ada wilayah, seperti Wonogiri, yang pernah ditemukan penyakit anthrax atau sapi gila,” imbuh dia. Satria Utama