JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kabar Gembira, Bandara Ngloram Siap Layani Pendaratan Pesawat Carter

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Ngloram, Abdul Rozzaq. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bandar udara (Bandara) Ngloram di Kecamatan Cepu, lakukan percepatan operasi di tengah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). Dengan fasilitas yang ada, dioptimalkan untuk pelayanan penerbangan.

“Tahun 2020 ini, kami targetkan ada penerbangan komersial dengan jenis pesawat ATR 72,” kata Kepala Satuan Pelayanan Bandara Ngloram, Abdul Rozzaq, Senin (29/6/2020) lalu.

Ia juga menyampaikan, untuk fasilitas pendukung di Bandara Ngloram memang belum sempurna. Namun otoritas bandara akan memperbolehkan pesawat carter, untuk lepas landas atau mendarat di bandara tersebut.

Lebih lanjut, dirinya mengaku terus proaktif melakukan komunikasi dengan sejumlah penerbangan di Indonesia. Menurut dia, dengan rute penerbangan Ngloram – Halim Perdana Kusuma maupun Ngloram – Balikpapan.

Baca Juga :  Ganjar Imbau Warga Jateng Tak Mudik saat Perayaan Idul Adha

Tergantung market dari perusahaan penerbangan. “Ada dua airlines yang rencananya bakal melakukan survey,” ujarnya.

Akselerasi itu, menjadi pilihan. Supaya Bandara kebanggaan masyarakat Kabupaten Blora tersebut segera beroperasi tahun Ini. Jika tidak segera dilakukan, maka akan kembali tertunda.

Untuk diketahui, sejumlah pekerjaan harus tertunda karena adanya refokusing anggaran. Dialihkan untuk penanganan Covid19. Terutama pembangunan terminal pemberangkatan tahap 1 dan pembangunan jalan masuk menuju Bandara.

“Pembebasan lahan untuk jalan masuk, dari Pemprov Jawa Tengah, tempatnparkir kendaraan dan tempat ibadah, terpaksa ditunda. Karena tidak ada lahan. Anggaran dialihkan untuk penanganan covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Kudus Diminta Tak Pergi ke Tempat Wisata saat Long Weekend Pasca Idul Adha

Selain itu, dampak dari pandemi covid-19, adalag pekerjaan perpanjangan landasan dengan lebar 30 meter dan panjang 300 meter. Semula diakukan dengan penganggaran tahun tunggal, sekarang ini berjalan dengan anggaran tahun jamak.

“Anggarannya sekira Rp11 M. Sekarang baru ada sekira Rp 6 M. Sisanya akan dibayarkan tahun berikutnya,” kata Rozzaq.

Lantaran terminal belum bisa dibangun, pihaknya menyampaikan, fasilitas direksikeet bekas proyek pembangunan, dilakukan perbaikan. Selanjutnya dijadikan terminal temporer.

“Dengan fasilitas ini berusahan kami maksimalkan,” tandasnya. Ahmad | Satria Utama