JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Pasar Jatingaleh Semarang Ditutup Sementara

Pemerintah Kota Semarang menutup sementara Pasar Jatingaleh dengan memasang garis pembatas, Rabu (7/7/2020) pagi. Sebelum ditutup, biasanya para pedagang dan pengunjung mulai memadati area Pasar Jatingaleh sekira pukul 04.00 WIB. FOTO : Satria Utama
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelombang penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) di Kota Semarang kembali menggema di pasar tradisional. Oleh Pemerintah Kota Semarang, Pasar Jatingaleh merupakan pasar tradisional kesepuluh yang ditutup sementara. Kebijakan ini digulirkan karena dalam tes massal ditemukan kasus positif covid-19.

Hingga sekarang terdapat 10 pasar tradisional yang ditetapkan menjadi klaster penyebaran covid-19.

Pasar tersebut di antaranya, Pasar Rejomulyo  atau Pasar Kobong, Pasar Rasamala (Pasar Jati Banyumanik), Pasar Burung Karimata, Pasar Prembaen, Pasar Wonodri, Pasar Meteseh Tembalang, Pasar Mangkang, Karangayu, Pasar Gayamsari, dan yang terakhir Pasar Jatingaleh.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perdagangan setempat kembali menggulirkan kebijakan penutupan sementara di Pasar Jatingaleh. Kebijakan ini diberlakukan mulai Rabu (8/7/2020) hari ini hingga tiga hari mendatang.

Selama penutupan dilakukan sterilisasi dan penataan guna mencegah penyebaran covid-19. Kebijakan ini menindaklanjuti hasil rapid test kepada para pedagang dan pengunjung yang digelar Dinas Kesehatan Kota Semarang beberapa waktu lalu.
Hasilnya menemukan pedagang yang reaktif.

Baca Juga :  Salatiga Tengah Kaji Kebijakan Program Bantuan Quota Internet untuk Belajar Daring

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, selama penutupan sementara di Pasar Jatingaleh akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di seluruh bagian di area pasar tradisional tersebut.

Pemerintah Kota Semarang menutup sementara Pasar Jatingaleh dengan memasang garis pembatas, Rabu (7/7/2020) pagi. Sebelum ditutup, biasanya para pedagang dan pengunjung mulai memadati area Pasar Jatingaleh sekira pukul 04.00 WIB. FOTO : Satria Utama

Dijelaskannya lebih lanjut, penutupan sementara Pasar Jatingaleh akan digulirkan mulai Rabu (8/7/2020) hari ini hingga Jumat (10/7/2020) mendatang.

“Pasar Jatingaleh ditutup sementara selama tiga hari, mulai Rabu (8/7/2020) hingga Jumat (10/7/2020) mendatang,” terang dia saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2020).

Lebih detail, dirinya menjelaskan, Pasar Jatingaleh akan dibuka lagi pada Sabtu (10/7/2020) mendatang. Ia juga menjelaskan, pada Jumat pekan lalu, Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan rapid test di Pasar Jatingaleh. Hasil rapid test menyebutkan sejumlah pedagang dinyatakan reaktif.

Ia melanjutkan, Pasar Jatingaleh menjadi pasar yang kesepuluh yang harus ditutup sementara akibat adanya penularan covid-19. Pihaknya pun selalu menekankan kepada pedagang agar benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Data detail yang mengetahui Dinas Kesehatan. Kami hanya menutup untuk disterilisasi selama tiga hari mulai Rabu, Kamis, dan Jumat. Setelah tiga hari disemprot disinfektan akan dibuka kembali,” sambung dia.

Baca Juga :  Wali Kota Semarang Terus Dorong Penguatan Sektor Budidaya Ikan

Menurut Fravarta, banyaknya klaster penyebaran covid-19 di pasar tradisional harus menjadi pembelajaran penting bagi pedagang dan warga yang beraktivitas di pasar tradisional pentingnya disiplin protokol kesehatan. Hal itu lantaran penularan covid-19 masih terjadi.

Kasus penularan yang terjadi di beberapa pasar tradisional, kata Fravarta, harus menjadi pembelajaran bagi pedagang dan pembeli bahwa penularan masih terjadi.

“Ini harus menjadi pembelajaran penting bagi pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Untuk itu disiplin protokol kesehatan harus benar-benar ditegakkan,” kata dia.

Seluruh warga Kota Semarang, lanjut dia, apabila keluar rumah harus memakai masker. Selain itu harus sering cuci tangan pakai sabun. Menjaga jarak dan jangan berkerumunan.

“Mohon untuk menjadikan perhatian. Selama disiplin, selalu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, semoga tetap aman dari penularan covid-19,” pungkas dia. Satria Utama
.