JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kejamnya Kelewatan, Majikan Penyiksa TKW Asal Sragen di Arab Saudi Akhirnya Dilaporkan ke Polisi. Disnaker Pastikan Surani Tinggal Tunggu Kepulangan

Purwanto, adik kandung Surani, TKW asal Mojorejo, saat menunjukkan kondisi kakaknya yang terbaring sakit karena sering disiksa dan disekap majikannya di Arab Saudi. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Purwanto, adik kandung Surani, TKW asal Mojorejo, saat menunjukkan kondisi kakaknya yang terbaring sakit karena sering disiksa dan disekap majikannya di Arab Saudi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus Surani (45), TKW asal Dukuh Ngembat RT 21/10, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen yang mengalami kekejaman oleh majikannya di Arab Saudi dan 18 tahun tak bisa pulang, juga menggerakkan dinas terkait untuk menindaklanjuti.

Pihak dinas memastikan kondisi TKW malang itu saat ini sudah diselamatkan di shelter KJRI Jeddah. Kemudian KJRI juga sudah melaporkan kasus penyiksaan yang dilakukan majikan Surani ke otoritas kepolisian Arab Saudi.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Sragen, Sarwaka melalui Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Dinas Tenaga Kerja Sragen, Ernawan, mengatakan usai menerima kabar soal Surani dari Pemdes, pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Jumat kita dapat laporan dari pihak desa, siang itu kami koordinasi dengan BP2MI. Betul tidak info tersebut, dan kami mohon dilacak. Lalu BP2MI komunikasi dengan KJRI Jeddah. KJRI bentuk tim, lalu mereka sabtu pagi gerak. Ternyata benar, langsung Surani diambil,” paparnya kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

Ernawan mengurakan Surani saat ini dalam keadaan aman. Pihak KJRI juga tengah mengurus proses hukum dan memperjuangkan hak-hak Surani.

“Sekarang kondisinya aman, posisi Surani di shelter KJRI Jeddah,” urainya.

Ia juga memastikan pihak KJRI juga sudah melaporkan majikan Surani ke pihak kepolisian setempat. Saat ini sedang menunggu proses pemulangan Surani, termasuk memastikan hak-haknya terpenuhi.

Baca Juga :  Kades Positif Covid-19, Semua Warga Tegaldowo Gemolong Yang Kontak Erat Setelah Tanggal 20 Juli Diminta Segera Lapor dan Isolasi Mandiri!

Menurut penelusuran Disnaker, Surani memang berangkat melalui agen PJTKI resmi pada tahun 1999. Namun dirinya sempat pulang setelah kontraknya habis.

“Pada tahun 2002 dia berangkat lagi, tapi lewat jalur mandiri, jadi nggak lewat PJTKI. Jalur ilegal ini memang rawan sekali karena sulit dilacak. Kalau ada kasus memang kebanyakan yang lewat jalur ilegal seperti ini,” paparnya.

Sementara, pihak keluarga memastikan kabar terakhir, Selasa (30/6/2020), Surani sudah mendapatkan kembali perhiasan, baju, ATM dan sisa gaji yang sempat disita majikannya.

“Sekitar jam 13.00 WIB kemarin, saya mendapat telepon dari Direktorat Kementerian bahwa baju, ATM, perhiasan dan gaji kakak saya (Surani) sudah diberikan oleh majikannya,” ujar adik kandung Surani, Purwanto (41) saat ditemui di rumahnya Mojorejo, Karangmalang, Selasa (30/6/2020).

Purwanto menguraikan, sisa gaji yang disita majikan dan berhasil diterima kembali sebesar 5.000 riyal. Kemudian ATM dan perhiasan serta baju juga sudah diberikan kepada Surani.

Saat ini, semua barang itu sudah bersama Surani di KJRI Jeddah. TKW malang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 2002 itu, kini tinggal menunggu proses pengurusan administrasi kepulangannya ke Indonesia.

“Yang jelas kami lega dan bersyukur, kakak kami bisa diselamatkan dan segera pulang. Dari awal kami bingung dan sedih, tiap kali kakak saya kontak dia nggak betah karena sering diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya,” tutur Purwanto.

Baca Juga :  Sempat Dilanda Keresahan, Desa Bedoro Sragen Akhirnya Umumkan Bebas Kasus Covid-19. Hasil Swab Satu Pemudik dan 5 Orang Keluarganya Dinyatakan Negatif, Warga Lega

Purwanto dan kakak kandung Surani, Wardiyanto (51) mengaku bersyukur dan berterimakasih atas bantuan semua pihak, sehingga bisa menyelamatkan Surani dari tragedi dan penderitaannya.

“Kami sempat tiga minggu kontak dua KJRI di Jeddah sana, tapi tidak direspon. Baru kemudian kami minta bantuan Mas Sigit Pamungkas, om kami yang ada di Jakarta untuk membantu dan akhirnya baru ada respon dari tim Garda PMI di Jeddah yang kemudian bersama tim KJRI menjemput Surani dari rumah majikannya,” timpal Wardiyanto.

Kades Mojorejo, Suharno mengungkapkan setelah melihat video curhat Surani yang viral di media sosial, dirinya langsung bergerak kroscek ke keluarga.

Setelah benar adanya, ia kemudian melapor camat, Kapolsek dan bupati. Sempat diminta membuat laporan tertulis, kemudian sudah disusul kabar bahwa Sabtu (27/6/2020) sore, Surani sudah diselamatkan oleh tim KJRI Jeddah dan dibawa ke KJRI.

“Alhamdulillah kami turut lega bahwa Surani telah bisa diselamatkan dan dijemput KJRI. Mudah-mudahan bisa segera dipulangkan dan lancar sampai rumah dengan selamat,” tandasnya. Wardoyo