JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Keluarga Dinilai Miliki Peran Penting Atasi Pandemi Corona

Ilustrasi memakai masker saat pandemi virus corona. Pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARMEWS.COM – Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam mengatasi pandemi Corona saat ini. Hal itu dilontarkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Nurul Istiqomah, SE, M.Si.

Menurut Nurul, tujuan utama yang dilakukan oleh ekonomi inti adalah untuk bertahan hidup dan mencapai kesejahteraan. Dalam hal ini, rumah tangga akan bergerak untuk melindungi anggota keluarganya dengan membeli masker dan jand sanitizer pada waktu awal pandemi ini terjadi. Hal ini menyebabkan harga masker dan hand sanitizer tersebut membumbung tinggi.

Adanya perilaku panic buying dari masyarakat menyebabkan permintaan lebih banyak daripada penawaran sehingga mendorong harga menjadi naik. “Kita telah melewati tahap, dimana masker dan hand sanitizer sangat susah dicari dan banyak yang dijual dengan harga yang sangat mahal. Anjuran pemerintah untuk menggunakan masker kain yang bisa dicuci ulang merupakan salah satu jalan keluar.

Baca Juga :  Masih Melaju, Jumlah Pasien Positif Corona Warga Solo Capai 261

Disinilah peran keluarga sebagai ekonomi inti yang berusaha untuk menyediakan layanan kepada anggota keluarganya berjalan. Mereka membuat masker kain dan hand sanitizer sendiri atau membelinya dari UMK yang ada disekitar mereka sehingga berguna untuk menjaga kesehatan anggota keluarganya supaya tidak terpapar Covid-19 dan menghidupkan kembali usaha kecil masyarakat yang mengalami kelesuan,” ujarnya, Selasa (1/7/2020).

Baca Juga :  Gibran Hadiri Penyembelihan Hewan Kurban di DPC PDIP Solo, Sekaligus Konsolidasi

Di era new normal yang sekarang mulai diterapkan oleh pemerintah, sebagai salah satu jalan keluar supaya perekonomian tidak terpuruk lebih dalam maka peran keluarga sebagai ekonomi inti sangat penting.

“Peran rumah tangga sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran serta mawas diri bagi keluarga intinya karena angka penderita Covid-19 jumlahnya belum mengalami penurunan yang signifikan. Ketika era kehidupan normal baru mulai diberlakukan maka kondisi perekonomian sudah semakin membaik tetapi dengan angka penderita Covid-19 yang semakin mengalami kenaikan,” imbuhnya. Prihatsari