JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kendarai Motor di Jalan, Wanita Ini Tiba-tiba Lemas dan Meninggal

Ilustrasi mayat. Foto: Pixabay.com

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat lagi asyinya mengendarai sepeda motor, Mujiwati (56) warga Kelurahan Notoprajan, Dusun Gendingan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta itu tiba-tiba meninggal dunia, Senin (27/7/2020).
Diduga, Mujiwati meninggal akibat akibat serangan jantung. Peristiwa itu pun sempat menggegerkan warga.

Saat itu, perempuan yang belum sempat menikah tersebut mengendarai sepeda motor dan hendak membeli makan di warung dekat rumahnya.

“Benar. Korban meninggal dunia diduga akibat serangan jantung. Peristiwa sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Kapolsek Ngampilan, Hendro Wahyoni saat dikonfirmasi.

Hendro menyampaikan, sebelum kejadian Mujiwati terlebih dahulu pamit hendak keluar rumah dengan tujuan untuk membeli makanan menggunakan sepeda motor.

Baca Juga :  Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan Ditutup karena Sejumlah Nakes Dinyatakan Positif Covid-19

Namun di tengah perjalanan, Mujiwati tiba-tiba jatuh lemas.

Peristiwa itu, awalnya diketahui oleh saksi Hariadi Budi Santosa (43).
Saat itu, korban sudah jatuh dengan posisi duduk bersandar di sepeda motor.

Korban saat itu masih sadarkan diri. Korban sempat merayap dan berpegangan ke sepeda motor, namun sudah tidak kuat lagi berdiri kemudian jatuh lagi ke jalan lalu pingsan.

Melihat hal tersebut, saksi Hariadi lalu mendekat ke arah korban tetapi tidak menyentuhnya karena takut terjadi sesuatu.

Dia kemudian meminta bantuan kepada warga lain untuk mengangkat korban dari jalan.

Baca Juga :  Kampus yang Belum Siap Dilarang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Selanjutnya, korban didudukkan di kursi sofa di rumah warga. Saat dicek saluran pernafasannya, Mujiwati sudah tidak bernafas.

Kemudian Hariadi meminta tolong warga lain untuk menghubungi polisi serta dokter Puskesmas.

Beberapa menit kemudian dokter Puskesmas Ngampilan, Kota Yogyakarta beserta polisi tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung memeriksa korban.

Hasil pemeriksaan secara visual dan pengecekkan urat nadi, perempuan yang belum membina rumah tangga itu sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Tim medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Mujiwati. Petugas medis yang mengevakuasi Mujiwati menggunakan pakaian standar Covid-19.

www.tribunnews.com