JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Munaslub Geser Tommy Soeharto dari Posisi Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Pr Gantinya

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri (tengah kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto dalam pertemuan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri (tengah kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto dalam pertemuan di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Ajang Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Berkarya me jadi ajang untuk menggeser Tommy Soeharto dari posisi Ketua Umum.

Posisinya kinj digantikan oleh Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Pr. Keputusan itu diambil dalam Munaslub Berkarya yang digelar pada Sabtu (1/7/2020) secara langsung dan virtual.

“Ketua Umum terpilih Mayjen TNI (Purn) Muchdi Pr dan Sekjend (Sekretaris Jenderal) terpilih Badaruddin Andi Picunang,” kata Badaruddin dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2020).

Total ada enam poin lain dari hasil Munaslub Partai Berkarya. Pertama, nama dan logo partai berubah kembali menjadi Partai Beringin Karya yang disingkat Berkarya, sesuai akta pendirian pada 5 Mei 2016.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Ridwan Kamil Siap Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Buatan China, Sebut Masih Butuh 1.100 Orang Lagi

Berikutnya, warna dasar bendera berubah dari kuning menjadi putih. Poin ketiga adalah penetapan Muchdi dan Badaruddin sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal.

Muchdi dan Badaruddin sekaligus menjadi ketua dan sekretaris dalam tim formatur yang terdiri dari lima orang. Tim ini akan menyusun pengurus DPP Partai Beringin Karya periode 2020-2025.

Baca Juga :  Joko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo Sama-sama Ditahan di Rutan Mabes Polri

Keempat, Berkarya mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pemilihan Presiden 2019 yang sah. Kelima, Berkarya meminta negara agar memberikan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2, Soeharto.

“Yang telah berjasa dengan wacana trilogi pembangunannya dengan jaminan keamanan, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan di segala bidang,” kata Badaruddin.

Keenam, Badaruddin melanjutkan, Munaslub menganulir beberapa kebijakan pimpinan partai sebelumnya terkait SK pengurus di semua tingkatan yang dianggap cacat hukum dan rekomendasi Pilkada 2020 tanpa prosedural.

www.tempo.co