JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Nadiem: Konsep Kepala Sekolah Akan Diubah Jadi Super Mentor

Nadiem Makarim / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Untuk meningkatkan kualitas para guru, konsep kepala sekolah di Indonesia bakal diubah, yakni sebagai super mentor bagi sekolahnya.

Demikian dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Dia mengatakan, dalam konsep baru nanti, kepala sekolah bukan lagi kepala logistik atau operasi, tapi kepala peningkatan kualitas mutu guru.

“Dia adalah super mentor di masing-masing sekolah,” kata Nadiem Makarim dalam program Ini Budi: Reformasi Pendidikan Mas Menteri di Masa Pandemi yang ditayangkan di akun YouTube Tempodotco, Sabtu (11/7/2020).

Kepala sekolah dengan kualifikasi super mentor ini bisa didapatkan lewat program Guru Penggerak. Program ini akan mencari bibit-bibit guru berkualitas yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mentoring.

Baca Juga :  22 Website, 19 Aplikasi dan 5 Video Conference yang Bisa Diakses dengan Kuota Belajar

Mereka yang terpilih akan disiapkan untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan pengajar di sekolah pelatihan guru di masa depan.

Nadiem menuturkan konsep itu belum terjadi di Indonesia dan banyak negara lain. Namun di negara-negara dengan kualitas pendidikannya yang lebih baik, tugas utama kepala sekolah adalah membina guru bukan sekadar mengurusi masalah keuangan atau administratif.

Ia menjelaskan untuk meningkatkan kualitas guru Indonesia tidak bisa menggunakan cara lama yang hanya mengumpulkan mereka di satu tempat, diberikan seminar, lalu pulang ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  SMPN 8 Solo Gelar Simulasi Penilaian Tengah Semester Secara Daring

Satu-satunya cara untuk mengangkat kualitas guru harus ada sosok pemimpin yang bisa membimbing dan menginspirasi di sekolah.

Nadiem Makarim mengatakan Kemendikbud akan melakukan rekrutmen nasional dengan skala besar untuk menemukan bibit-bibit guru berkualitas ini. Program Guru Penggerak terbuka untuk semua guru baik yang berstatus PNS, guru swasta, maupun honorer.

“Kami gak melihat dari umur, status, PNS atau apa saja, yang penting adalah kualitas dan passion-nya dia apa. Minat di dalam hati dia apa, apakah akan selalu mengutamakan anak,” kata Nadiem Makarim.

www.tempo.co