JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pedagang dan Tukang Becak Terpapar Covid-19, Pasar Sidorejo Kendal Ditutup Sementara

Pemkab Kendal menggulirkan kebijakan penutupan sementara Pasar Sidorejo setelah dua pedagang dan seorang tukang becak biasa mangkal di area pasar terinfeksi covid-19. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasar Sidorejo yang terletak di Kecamatan Brangsong Kendal ditutup sementara oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kendal. Penutupan Pasar Sidorejo selama tiga hari, terhitung mulai Minggu (5/7/2020).

Kebijakan penutupan sementara ini diberlakukan menindaklanjuti hasil rapid test dan swab massal yang menemukan dua pedagang pasar dan seorang tukang becak yang mangkal di depan pasar positif corona virus disease 2019 (covid-19). Kebijakan ini guna mencegah penularan covid-19 yang lebih massif.

Langkah tegas terkait putupan sementara Pasar Sidorejo menjadi penutupan pasar di Kendal ini menjadi yang keempat. Sebelumnya, tiga pasar juga telah ditutup yakni Pasar Gladag, Pasar Pagi, dan Pasar Kangkung.

Kendati sudah ada sosialisasi terkait penutupan di Pasar Sidorejo, namun sejumlah pedagang masih nekat berjualan. Akibatnya petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal pun melakukan penertiban dan meminta pedagang tidak berjualan.

Baca Juga :  Pelanggan Meningkat 60 Persen, PT KAI Tambah Dua Perjalanan KA Jarak Jauh

Petugas gabungan Satpol PP dan Damkar Kendal, Polres Kendal, dan Kodim 0715 Kendal harus dikerahkan untuk menjaga dan mengawasi pedagang pasar agar tidak berjualan di pasar tersebut.

Bahkan, ada sejumlah pedagang mengaku sudah terlanjur belanja dagangan, sehingga terpaksa menggelar dagangannya di tempat lain. Seperti halnya yang disampaikan Joko (38) seorang pedagang sayuran yang mengaku belum mengetahui informasi adanya kebijakan penutupan sementara Pasar Sidorejo.

“Sebelumnya saya belum tahu (Pasar Sidorejo ditutup sementara). Tadi terlanjur belanja dagangan, saya terpaksa cari tempat di sekitar pasar,” kata Joko.

Atas kondisi tersebut, petugas gabungan Satpol PP dan Damkar Kendal, Polres Kendal, dan Kodim 0715 Kendal harus dikerahkan untuk menjaga dan mengawasi pedagang pasar agar tidak berjualan di pasar tersebut.

Seperti diberitakan, penutupan Pasar Sidorejo Brangsong Kendal ditutup tim Gugus Tugas Covid-19 Kendal, setelah hasil rapid test dan swab massal menemukan dua pedagang pasar dan seorang tukang becak yang mangkal di depan pasar positif corona.

Baca Juga :  Wali Kota Semarang Terus Dorong Penguatan Sektor Budidaya Ikan

Kebijakan tegas ini diberlakukan mengingat angka positif covid-19 di Kabupaten Kendal juga terus meningkat setelah ditemukan klaster pasar tradisional. Saat ini angka positif corona di Kendal mencapai 69 warga

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Cici Sulastri mengatakan, pihaknya terpaksa nenutup aktivitas pasar untuk menjaga agar tak muncul kluster baru.

“Apabila dibiarkan beraktivitas dikhawatirkan penyebaran wabah corona di pasar tradisional kian tinggi. Apalagi pedagang dan pembeli kurang memperhatikan protokol kesehatan,” terang dia, Minggu (5/7/2020).

“Kebijakan penutupan sementara pasar dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus dan memberikan rasa aman bagi pedagang dan pembeli,” sambung dia. Satria Utama