JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Peduli Covid-19, Mahasiswa UNS Produksi Ribuan Face Shield untuk Rumah Sakit dan Puskesmas

Program Studi Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) sejak akhir April 2020 lalu memproduksi ribuan face shield yang disalurkan kepada rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Solo. Humas UNS
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di balik penyaluran 1.000 lebih face shield ke beberapa rumah sakit dan Puskesmas yang dilakukan Program Studi Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) sejak akhir April 2020 lalu, ada sepuluh mahasiswa Arsitektur angkatan 2017 yang berkontribusi dalam produksinya. Salah satunya yakni Airla Prasetudia Hanugrapasca.

Berawal dari inisiasi para dosen Prodi Arsitektur UNS untuk membuat program “Arsi UNS Peduli APD”, Airla dan teman-teman yang terlibat sejak awal kemudian merekognisikan kontribusi ini ke dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Covid-19 terhitung sejak 1 Mei—5 Juni 2020.

Setiap Senin sampai Jumat, mereka menghabiskan waktu 7 jam sehari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Gedung 2 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) UNS untuk membuat face shield tersebut.

“Jadi dapat dikatakan KKN ini dilaksanakan secara kelompok, tim khusus pembuatan face shield semua terdiri dari mahasiswa Arsitektur UNS yang berdomisili dan masih berada di lingkungan Surakarta,” terangnya, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga :  Bagi 8 Sapi Kurban ke Setiap PAC PDIP Solo, Purnomo: Tidak Ada Kaitannya Dengan Pilkada

Airla pun menambahkan, program tersebut dilaksanakan atas dasar rasa peduli terhadap kurangnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim medis menangani pasien-pasiennya. Utamanya di Surakarta dan sekitarnya yang saat itu kekurangan APD.

Saat ditanya perihal kendala, Airla mengatakan ketika stok awal bahan pembuat face shield habis, timnya kesulitan mencari bahan serupa. Sehingga mereka harus merencanakan ulang bahan pengganti yang sesuai dengan kenyamanan face shield. Menurutnya hal ini karena sudah mulai banyak yang memproduksi APD tersebut.

“Kami juga mengalami beberapa kali perubahan desain untuk menyesuaikan kenyamanan pengguna face shield. Tapi di luar itu seluruh kegiatan kami dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang ditentukan,” tuturnya.

Baca Juga :  Dramatis! Sapi Kurban Tercebur ke Kali Jenes di Sangkrah Solo, Butuh 3,5 Jam hingga Kerahkan Crane DPU untuk Angkat, Begini Ceritanya...

Di sela-sela produksi dilakukan pula koordinasi mengenai tata cara distribusi, pengambilan video tutorial, dan after movie kegiatan. Seperti yang disebutkan di awal, tim ini mendistribusikan telah 1.000 lebih face shield dari total 1.800 lebih hasil produksi kepada rumah sakit dan Puskesmas yang membutuhkan.

Beberapa instansi yang telah menerima bantuan tersebut diantaranya RSIA Dian Pertiwi Karanganyar, Puskesmas Baturetno Wonogiri, RSUD Karanganyar, RS Koestati, Rejosari Husada Klaten, UNS Medical Center, RS Ibnu Sina Sragen, Dokter muda Fakultas Kedokteran UNS, RS Asyfa Sambi, RSU Islam Cawas Klaten, Klinik IDI Surakarta, PPDS RSD Moewardi, PKFI Karanganyar, UPTD Puskesmas Mangunjaya Bekasi, RSUD Soedjati Grobogan, Puskesmas Senori Tuban, dan UPTD Puskemas Wonogiri I. Prihatsari