JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pencemaran Sungai Bengawan Solo Tuai Keprihatinan, Berharap Perhatian dari Pemprov Jawa Tengah

Kondisi pencemaran Sungai Bengawan Solo. Foto: Ahmad

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pencemaran limbah kembali terjadi di aliran sungai Bengawan Solo. Sebab, warna air kecoklatan dan bebuih. Seperti yang terjadi pada pertengahan higga penghujung tahun 2019 lalu.

Menurut warga Desa Ngloram, Suratmin (65), bahwa kondisi air yang berangsur berwarna pekat, sering terjadi. Terlebih saat air surut memasuki musim kemarau. Dia mengaku, baru pagi tadi mengetahui kondisi air tersebut.

“Kalau seperti ini, sering terjadi, Mas,” katanya usai mandi di aliran sungai Bengawan Solo bersama cucunya.

Kendati demikian, saat ditanya setelah mandi mengalami saat mandi di aliran Sungai Bengawan Solo Suratmin mengaku tidak merasa gatal. “Tidak gatal, karena memang sudah biasa,” ujarnya.

Pencemaran aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu menuai keprihatinan masyarakat Kabupaten Blora. Keprihatinan juga ditandaskan oleh kalangan legislator setempat.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, menyayangkan terjadinya pencemaran Sungai Bengawan Solo. Padahal, air dari bengawan solo menjadi salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Blora.

Baca Juga :  Jumlah Positif Corona Tembus 633 Kasus, Warga di Kabupaten Semarang Diminta Jangan Sampai Bosan Kenakan Masker

Anggota komisi C, DPRD Blora, Warsit, mendesak pemerintah pusat mapun provinsi, segera melakukan pengecekan Bengawan Solo yang tercemar. “Karena ini akan berdampak bagi masyarakat blora terlebih ini sudah memasuki musim kemarau,” jelas Warsit, Kamis (2/6/2020).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, air Bengawan Solo saat ini digunakan PDAM sebagai air baku untuk diolah yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

“PDAM blora ini memiliki pelanggan sekitar 11 ribu pelanggan. Jika air Bengawan Solo tercemar tentu aliran akan berhenti. Seperti tahun kemarin, airnya berubah menjadi hitam dan di pakai mandi terasa gatal. Padahal air sudah di olah oleh PDAM,” tandasnya.

Kondisi pencemaran Sungai Bengawan Solo. Foto: Ahmad

Warsit juga menceritakan, pencemaran ini sering terjadi. Bahkan pencemaran ini sudah terjadi sejak tahun 2000 an.

Baca Juga :  Klaster Covid-19 Pulang Hajatan di Padamara Meluas. Satu Warga Positif Covid-19 Langsung Tulari 3 Warga Tetangganya, Dijemput Ambulans Sambil Dikawal Polisi

“Ini pasti dari limbah tekstil yang berada di Solo. Jadi hal ini tentu sangat disayangkan. Jika tidak segera dihentikan tentu ikan ikan yang ada di bengawan solo banyak yang mati,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Blora, Yan Ria Pramono, mengaku pada Kamis (2/7/2020) air masih bisa diolah dan dialirkan kepada masyarakat. Dirinya juga sudah mempersiapkan bahan kimia baru untuk menghapi hal itu. “Mudah-mudahan kita bisa atasi,” tandasnya.

Dirinya mengetahui adanya polutan yang mencemari air bengawab solo, sudah sejak 3 hari yang lalu. “Hari Sabtu malam (27/6/2020) sampai Senin (29/6/2020) sudah turun polutan. Untuk hari ini, air baku bengawan solo masih bagus. Polutan di kracaan kemungkinan nyampai di instalasi pengolahan PDAM nanti malam,” ujarnya. Ahmad | Satria Utama