JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri Terapkan Pembelajaran Online, Tidak Menerima Kunjungan Tamu Selama Pandemi

Pengurus dan karyawan Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri memasang pengumuman tidak menerima tamu. Dok. Istimewa
Pengurus dan karyawan Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri memasang pengumuman tidak menerima tamu. Dok. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barru Bulusulur Wonogiri saat ini tertutup untuk kunjungan tamu. Hal ini menyusul adanya pengasuh ponpes di Wonogiri yang positif COVID-19.

Bukan hanya itu, sebanyak 135 siswa atau santri menerapkan pembelajaran online atau dalam jaringan (daring) alias tidak lagi belajar mengajar tatap muka, mulai Sabtu (18/7/2020)

Ketua Ponpes Al Barru Wonogiri Agung Susanto mengatakan, pihaknya tunduk pada imbauan pemerintah melalui Kementerian Agama untuk melakukan sistem online dan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi.

Baca Juga :  Update COVID-19 Wonogiri, Masuk Zona Kuning 193 Pasien Sembuh Belasan Lainnya Masih Dirawat di Rumah Sakit

“Karena kemarin ada pengasuh ponpes lain positif COVID-19 sepulang dari Demak maka kini kami tingkatkan kewaspadaan jangan sampai di sini tertular. Intinya kami tidak ingin kecolongan dengan tekad memutus mata rantai penularan COVID-19,” ujar Agung didampingi pengurus lainnya, Weda Hendragiri.

Menyusul surat edaran Kakemenag Wonogiri nomor 1064 tahun 2020 tertanggal 13 Juli 2020 pengasuh Ponpes Al Barru memasang pengumuman tidak menerima tamu di gerbang utama pondok. Selain itu, sebanyak 135 santri/santriwati dikarantina mandiri serta mengikuti pembelajaran sistem online.

Baca Juga :  Pecah Rekor Baru Covid-19 Sragen, Hari Ini 47 Warga Positif Berhasil Sembuh dan Dipulangkan. Total Sudah 349 Pasien Covid-19 Sembuh, 62 Meninggal Dunia

“Untuk memantau kesehatan anak didik kami selalu koordinasi dengan DKK khususnya Puskesmas Wonogiri l maupun Sie Kesehatan internal,” tutur Agung yang juga Sekdes Desa Sendang Wonogiri ini.

Protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 sudah dilakukan jajaran pengasuh pondok pesantren tersebut sejak Maret 2020. Mereka yang masuk lingkungan pondok harus cek suhu badan dengan thermogun dan harus cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Aria