JOGLOSEMARNEWS.COM Wisata Piknik

Potensi Wisata Desa Asinan di Tepian Rawa Pening Sangat Layak Dikembangkan

Ilustrasi Waduk Rawa Pening. Istimewa

UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tidak dapat diragukan lagi bahwa sektor pariwisata di Kabupaten Semarang sudah sangat dikenal di Bumi Nusantara dan diakui keindahan dan keragamannya. Terdapat ratusan tempat wisata yang tersebar dari Lereng Gunung Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, hingga tepian Rawa Pening.

Kini, keindahan di Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang kembali  menuai perhatian masyarakat. Wajar saja, di desa yang terletak di tepian Rawa Pening itu menyimpan potensi wisata yang sangat besar.

Kawasan tersebut dinilai sangat layak untuk dikembangkan berupa tepian danau Rawa Pening sebagai daya tarik wisata baru. Hal itu disampaikan oleh pengamat pariwisata dan akademisi UKSW Salatiga Eko Suseno Matrutty saat menjadi narasumber pada workshop pengembangan desa wisata di Kabupaten Semarang belum lama ini.

Menurut Eko, di kawasan tepian Rawa Pening dapat dibuat atraksi wisata pasar apung seperti yang ada di Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Ide Rahasia Program Kreatif Pengolahan Kulit Kerang di Demak

“Meski dibuat dan bukan alami, atraksi pasar apung di tepian Rawa Pening dapat menjadi daya tarik unik Desa Wisata Asinan,” katanya.

Disampaikannya lebih lanjut, para pengelola desa wisata harus berani menampilkan atraksi unik untuk menarik perhatian wisatawan. Dia mengistilahkan ada kekuatan tema yang harus diusung tiap desa wisata. Dicontohkan, konsep kampung pelangi di Desa Wisata Bejalen harus didukung berbagai atribut dan tempat menarik yang diberi aneka warga layaknya pelangi.

“Harus ada rasa yang unik dan menarik sehingga para wisatawan betah berlama-lama di sana,” katanya lagi.

Tak kalah penting, lanjutnya, para pengelola desa wisata harus menerapkan cleanliness, health and safety (CHS) di lingkungan desa wisata. Aspek CHS akan mendukung potensi dan atraksi yang ditampilkan lebih diminati wisatawan.

Kasi Pengembangan produk wisata Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang Taufik Haryanto yang hadir di acara itu menerangkan pihaknya rutin mengadakan pemberdayaan para pengelola desa wisata. Saat ini ada 45 desa wisata yang aktif menawarkan atraksi dan potensi wisata.

Baca Juga :  Dapat Posisi Kanan, Cabup Petahana Grobogan, Sri Sumarni Langsung Ucapkan Alhamdulillah. Targetkan Raup 95 Persen  Suara

“Selain pemberdayaan, kita juga mendata desa yang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan menjadi desa wisata,” katanya.

Disampaikan, pada 2020, sudah ada lima desa yang mengajukan permohonan untuk dibantu menjadi desa wisata baru. Potensi yang diandalkan antara lain keindahan alam, atraksi budaya maupun kuliner.

Di tingkat Jawa Tengah, lanjut Taufik, daya pikat desa wisata di Kabupaten Semarang bisa bersaing dengan desa wisata dari daerah lain. Dia mencontohkan Desa Wisata Lerep Ungaran Barat menjadi yang terbaik pada festival Desa Wisata Jateng pada 2017.

“Sedangkan pada 2019 Desa Wisata Lerep juga menjadi juara umum pada Jambore Desa Wisata tingkat Jateng,” pungkasnya. P Yoga | Satria Utama