JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Puluhan Guru Ikuti Workshop Pembelajaran Daring di SMPN 8 Surakarta

Dok Humas SMPN 8 Surakarta
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM –Sebanyak 45 orang guru dan 10 tenaga kependidikan mengikuti workshop penyusunan rencana pembelajaran daring menghadapi new normal di aula SMPN 8 Surakarta.

Workshop tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (1/7/2020) hingga Sabtu (4/7/2020). Dalam acara tersebut, mereka belajar materi mengenai google classroom dan manajemen kelas dengan google classroom.

“Mereka juga belajar menyusun RPP sekaligus membuat laporan pengembangan diri (PD) sebagai angka kredit,” jelas Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta, Sri Suprapti, dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Sedangkan Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Drs Sutrisno, MPd dalam sambutannya mengatakan, selama pandemi Covid-19 ini, para siswa diharapkan tidak tergesa-gesa masuk sekolah.

Baca Juga :  Mengenalkan Faham Radikalisme pada Mahasiswa

Dia berharap para siswa tetap semangat dan gembira meski memasuki tahun pelajaran baru nanti dalam kondisi darurat.

“Kita harus melakukan sesuatu dengan optimal. Menjalani hidup dengan luwes, jangan sampai nglokro,” ujarnya.

 

 

 

Bertindak selaku narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta,  Etty Retnowati, SH MH dan dua orang guru SMP N 8 Surakarta Hesti Seyaningsih Skom dan Biyanto Skom.

Dalam sambutannya, Kepala SMPN 8 Surakarta, Triad Suparman, MPd berharap para peserta workshop dapat mempelajari materi workshop, sehingga mampu memanfaatkan aplikasi di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Etty Retnowati mengatakan, sebelum berstatus zona hijau, siswa tetap diharapkan belajar di rumah, meski guru tetap masuk sekolah.

Baca Juga :  Lolos Seleksi, Dua Dosen ISI Surakarta Ikuti Pameran Poster Internasional di Spanyol

Dalam situasi seperti itu, ujar Etty, semester depan pembelajaran masih dilakukan dengan sistem daring sepenuhnya.

“Kita harus selalu bersyukur. Jangan hanya bisa nggresula, tetap disiplin dan mengutamakan kejujuran,” pesan Etty.

Lebih lanjut, Etty berharap para peserta workshop sudah siap mengajar jarak jauh pada tahun pelajaran 2020/2021 nanti.

Ketua  panitia workshop, F Nita Purwaningsih, SAg mengatakan, workshop bertujuan untuk mengubah pelaksanaan kegiatan belajar yang semula dengan tatap muka di sekolah, menjadi secara daring di rumah.

“Agar para guru dapat membuat model pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya. suhamdani