JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Purnomo Diberitahu Presiden Jokowi kalau Rekomendasi PDIP untuk Solo Jatuh ke Gibran. Purnomo : Nggak Apa-apa, Saya Sudah Menduga dari Dulu  

Wakil Wali Kota Solo yang juga merupakan Bakal calon wali kota Solo yang diusung PDIP Solo, Achmad Purnomo, saat di wawancarai wartawan, Kamis (18 Juni 2020.. Foto: JSNews/Prabowo
Achmad Purnomo, Bakal calon walikota solo yang diusulkan DPC PDIP Solo. Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumumkan calon wali kota dan wakil wali kota Solo yang direkomendasikan partai pada Jumat (17/7/2020) siang secara virtual.

Rekomendasi mengarah jatuh di tangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso masing-masing sebagai calon walikota dan calon wakil walikota dari PDIP. Hal itu dibuktikan dengan adanya undangan resmi yang diterima Gibran dan Teguh untuk menghadiri acara pengumuman terkait penetapan rekomendasi tersebut di kantor DPD PDI-P Jateng di Semarang pada Jumat (17/7/2020).

Sementara itu, Achmad Purnomo calon walikota yang diusulkan oleh DPC PDIP Surakarta tidak menerima undangan untuk menghadiri pengumuman tersebut. Bahkan, satu hari menjelang pengumuman tersebut, Achmad Purnomo malah diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Kamis (16/7/2020).

Menurut penuturan Achmad Purnomo, dalam pertemuan dengan Jokowi di Istana itu, terungkap siapa calon PDIP di Pilkada Solo. Jokowi memberitahu bahwa calon kepala daerah dalam Pilkada di Solo adalah putranya sendiri yakni Gibran Rakabuming Raka yang akan dipasangkan dengan dengan Teguh Prakosa sebagai wakil.

Baca Juga :  Beredar Kabar Gerakan Hitamkan Solo,  Ketua PSHT Solo: Kami Imbau Sedulur Agar Tidak Turun ke Jalan dan Warga PSHT di luar Solo Tak Perlu Datang ke Solo

“Ya saya dipanggil Pak Jokowi ke istana. Tadi saya di istana juga diberitahu oleh Pak Jokowi kalau yang mendapat rekomendasi Gibran sama Teguh. Jadi Gi-Guh, saya bilangnya Gi-guh bukan Pu-guh (Purnomo-Teguh) tapi Giguh,” ujar Purnomo saat dihubungi wartawan.

Sebelumnya, Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka berebut rekomendasi dari PDIP. Purnomo berpasangan dengan Teguh Prakosa diusulkan oleh DPC PDIP hasil penjaringan dari struktur partai mulai dari tingkat ranting. Mereka mengampanyekan slogan Pu-Guh (Purnomo-Teguh). Sedangkan Gibran mendaftar lewat DPD PDIP Jawa Tengah.

Purnomo mengaku tidak sakit hati atas keputusan PDIP tersebut yang tidak memilih dirinya walaupun dirinya mendapat rekomendasi dari DPC PDIP Surakarta dan usulan mulai dari struktur partai paling bawah. “Biasa saja, nggak apa-apa. Kan dari dulu saya sudah menduga arahnya akan kesitu (Gibran-Red). Sikonnya memang begitu kok, gimana lagi,” katanya.

Baca Juga :  SAH, Gibran-Teguh Dapat Nomor Urut 1, Bajo Nomor 2

Dia juga menganggap wajar jika DPP akhirnya memilih putra Jokowi. Selain putra presiden, Gibran juga masih muda sehingga energinya masih kencang. ”Kalau saya kan sudah tua. Gak ada yang mau,” ungkapnya.

Purnomo sendiri tidak mau terlalu memikirkan alasan penunjukan Gibran. Dirinya hanya bisa menebak-nebak yang belum tentu benar. “Pertimbangan DPP apa ya saya nggak tahu. DPP yang lebih tahu, yang jelas Mas Gibran lebih muda dan lebih pintar,” katanya.

Dirinya juga mengaku belum memikirkan langkah politik yang akan dilakukannya setelah gagal direkomendasikan oleh DPP PDIP. “Masih lihat-lihat situasi dulu, belum tahu,” katanya ketika ditanya langkah yang akan diambilnya. Ia juga menambahkan belum ada partai lain yang menghubungi dirinya. (ASA)