JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Relawan Sangkal Jokowi Tawarkan Kompensasi ke Purnomo, Lalu Apa yang Dibahas?

Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Achmad Purnomo (tengah) berjabat tangan usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketua Umum Relawan Buruh For Jokowi, Mudhofir Khamid menampik sejumlah pernyataan Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo terkait pertemuannya dengan presiden Jokowi. Mudhofir menyatakan pernyataan Purnomo jauh dari fakta yang sesungguhnya.

“Berdasarkan informasi valid yang saya dapatkan, apa yang terjadi tentang pertemuan Purnomo dengan Presiden adalah sama sekali tidak seperti itu,” kata Mudhofir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 18 Juli 2020.

Ada sejumlah bantahan yang dikemukakan Mudhofir. Pertama, ia menyebut pertemuan itu inisiatif Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo. Menurut dia, pertemuan itu untuk membicarakan kelanjutan pembangunan Masjid Sriwedari yang mangkrak.

Pihak Istana lalu menjadwalkan pertemuan itu dan dilakukan secara terpisah antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Kata Mudhofir, FX Rudy telah menghadap sebelumnya di hari yang berbeda.

Kedua, Mudhofir mengatakan tak ada pernyataan Presiden Joko Widodo terkait pencalonan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo, dalam pertemuan itu. Menurut Mudhofir, malah aneh jika Jokowi menyampaikan bahwa PDI Perjuangan mencalonkan Gibran dan Teguh Prakosa.

Baca Juga :  Front Pemuda Madura Ajak Pemuda Bangkit Di Tengah Pandemi Adopsi Semangat Pertamina

“Sebab dua hari sebelumnya telah beredar di berbagai media informasi dan media sosial keputusan DPP PDI Perjuangan tentang rekomendasi calon kepala daerah, termasuk Kota Solo,” ujar Mudhofir.

Ketiga, Mudhofir membantah ada tawaran kompensasi dari Jokowi untuk Purnomo. Keempat, Mudhofir menyebut Jokowi tak melakukan hal-hal di atas sebab tahu persis mekanisme pencalonan adalah domain partai politik.

Kelima, Mudhofir menganggap pemberitaan negatif oleh banyak pihak adalah bagian dari upaya serangan dan delegitimasi Jokowi, memanfaatkan pertemuan dengan Purnomo.

“Dan ini terbukti dengan klarifikasi Purnomo bahwa tidak pernah mengatakan ada tawaran kompensasi dari Presiden,” kata mantan Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) ini.

Purnomo sebelumnya mengatakan ia mendapat telepon dari seorang ajudan Jokowi yang menyatakan Presiden ingin bertemu. Menurut Purnomo, dalam pertemuan itu Jokowi menyampaikan bahwa yang mendapat rekomendasi PDI Perjuangan adalah Gibran dan Teguh.

Purnomo mengakui ia meminta bantuan Jokowi terkait kekurangan dana pembangunan Masjid Sriwedari Solo. Namun Purnomo membantah ini merupakan kompensasi karena ia tak dicalonkan PDI Perjuangan.

Baca Juga :  Kekayaan Calon Wali Kota Solo, Bajo Total Rp 1,9 M Sedangkan Gibran Rp 21 M, Ada Motor Honda CB Tahun 1974, Ini Rinciannya

Dikutip dari Koran Tempo edisi Sabtu, 18 Juli 2020, Purnomo mengatakan ada pembicaraan ihwal kemungkinan alternatif karir baginya di Jakarta. Akan tetapi, ia mengaku tak tertarik tinggal di luar Kota Solo.

“Tapi ini bukan tawaran jabatan lho ya, hanya membicarakan kemungkinan atau alternatif, obrolan selingan sembari makan,” kata Purnomo.

Belakangan, Purnomo membantah ada tawaran kompensasi dari Jokowi. “Seandainya betul biasa toh, Presiden sahabat saya mantan Wali Kota Solo, tapi tidak,” ucapnya.

Mudhofir Khamid enggan mengungkap dari mana informasi itu berasal. Menegaskan informasi itu valid, Mudhofir mengatakan ia sudah lama dekat dengan Jokowi.

“Dari yang ikutlah, ikut terlibat di situ. Ada lah, apa harus dijelaskan,” kata Mudhofir kepada Tempo melalui telepon.

Dia tertawa saat diingatkan bahwa pertemuan itu berlangsung empat mata antara Jokowi dan Purnomo, kemudian menyambung, “Ya walaupun enggak langsung kan ada orang yang bisa dipercaya yang menginformasikan, makanya saya bikin rilis itu.”

www.tempo.co