JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tak Mau UMKM Terpuruk, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkot Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan kepada para awak media. Foto: JSNews/Satria Utama

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi virus corona bukan hanya sekedar bencana kesehatan, virus yang dikenal sebagai covid-19 ini telah menimbulkan kekacauan di sektor ekonomi. Tidak hanya industri besar, pandemi virus corona telah membuat pelaku UKM di Indonesia mulai gelisah. Pandemi covid-19 mempengaruhi kegiatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya keras untuk membangkitkan sektor UMKM.
Upaya keras itu diwujudkan dalam program inovatif. Kini Pemkot Semarang telah mempersiapkan kredit melalui program Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara (Kredit Wibawa).

Besaran anggaran yang telah disiapkan untuk program ini sebesar Rp5,2 miliar. Terhitung hingga 30 Juni 2020 bantuan permodalan itu telah disalurkan sebesar Rp 1,751 miliar rupiah dan telah dikucurkan kepada 202 UMKM.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kepada para awak media mengungkapkan, bagi masyarakat dapat mengakses instrumen permodalan tersebut melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Ia menyebutkan, melalui program Kredit Wibawa masih dimungkinkan untuk memberi bantuan permodalan total Rp3,541 miliar untuk UMKM di Kota Semarang.

Baca Juga :  Pria Usia 50 Tahun Kejang-kejang dan Muntah Darah di Halte Bus Trans Semarang, Meninggal Tak Lama Usai Dibawa ke Rumah Sakit

“Selama pandemic covid-19 kita berupaya keras untuk menjaga kestabilan perekonomian Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, pada masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan membuka akses permodalan yang mudah bagi UMKM di Kota Semarang, melalui program Kredit Wirausaha Bangkit Jadi Jawara, atau yang biasa disebut Kredit Wibawa,” terang Hendi sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang ini pada Minggu (19/7/2020).

Hendi juga mengemukakan, program Kredit Wibawa juga memberikan keringanan kepada pelaku UMKM terdampak COVID-19 yang telah mendapatkan bantuan permodalan pada periode sebelum terjadinya pandemic covid-19.

“Keringanan tersebut berupa penundaan pembayaran angsuran selama 3 bulan, yang akan dievaluasi dan bisa diperpanjang pada 3 bulan berikutnya. Dan terhitung pada bulan April, Mei, Juni, terdapat lebih dari 90 UMKM yang telah mengajukan keringanan penundaan pembayaran selama 3 bulan tersebut.,” ujar Hendi.

Baca Juga :  Edukasi Disiplin Protokol kesehatan Sasar Sopir Angkot Kota Semarang

Dijelaskan oleh Hendi lebih detail, melalui program tersebut, UMKM di Kota Semarang bisa mendapatkan kredit dengan bunga sangat rendah, yaitu hanya 3% per tahun. Hendi pun mengharapkan pelaku UMKM di Kota Semarang dapat memanfaatkan program Kredit Wibawa semaksimal mungkin, dalam mendukung kestabilan usahanya di tengah pandemi covid-19.

Kredit Wibawa adalah salah satu instrumen bantuan permodalan dari Pemerintah Kota Semarang untuk UMKM, yang sudah diluncurkan sejak tahun 2017, yang kemudian pada masa pandemi saat ini juga jadi salah satu instrument untuk menjaga kestabilan ekonomi di Kota Semarang, jelas Hendi.

“Total selama pandemi covid-19 terjadi di Kota Semarang, tak kurang dari Rp 1,7 miliar telah dikucurkan kepada ratusan UMKM, lewat program Kredit Wibawa,” ujar Hendi.

“Maka silakan mengaksesnya dengan mengajukan proposal ke Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang,” tandasnya. Satria Utama