JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Terpapar Covid-19, Seorang Dokter Muda di Kota Semarang Meninggal Dunia

Ilustrasi positif corona. Pixabay

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka kembali menyelimuti dunia kedokteran di Kota Semarang. Jumlah kasus kematian dokter yang tertular virus corona atau covid-19 Semarang kembali bertambah. Seorang dokter umum yang bertugas di Rumah Sakit Bhayangkara Awaloedin Djamin, Semarang, dikabarkan meninggal dunia setelah didiagnosa positif terinfeksi covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia IDI Kota Semarang Elang Sumambar, saat dikonfirmasi wartawan, mengungkapkan, membenarkan informasi tersebut. Ia menyebutkan, dokter yang meninggal dunia merupakan dokter yang masih berusia relatif muda bernama yakni MFA dan tertular covid-19 saat bertugas di Rumah Sakit Bhayangkara Awaloedin Djamin, Kota Semarang.

Baca Juga :  Kekeringan Melanda Grobogan, 80 Desa Alami Kekurangan Air Bersih, Bantuan 1.431.000 liter Air Bersih Telah Disalurkan

“Beliau (dokter MFA) bertugas sebagai dokter umum di RS Bhayangkara Semarang dan meninggal dunia usai dirawat sekitar dua pekan di RSUD Moewardi Solo pada Jumat malam jam sepuluh,” terang dia saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2020) pagi.

“Saya dapat informasi meninggal dunia karena covid-19,” sambung Elang.

Dijelaskannya lebih detail, jenazah dokter MFA sudah disemayamkan tempat asal di Pekalongan. Ia mengungkapkan, bahwa dr MFA baru setahun bertugas di RS Bhayangkara.

“Dia kan aslinya dari Pekalongan. Praktek di Semarang baru setahun tepatnya di rumah sakit Bhayangkara. Tadi jam tujuh jenazahnya sudah dimakamkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Edukasi Disiplin Protokol kesehatan Sasar Sopir Angkot Kota Semarang

“Kendati tak mengetahui penyakit bawaan dari almarhum, tetapi Elang berkata jika Fahmi kemungkinan besar meninggal karena tertular covid-19 yang dibawa oleh orang tanpa gejala (OTG) yang berkunjung ke RS Bhayangkara,” terang dia.

Elang juga mengimbau kepada masyarakat agar memperketat protokol kesehatan untuk mencegah penularan.
“Kedisplinan dalam penegakkan protokol kesehatan harus benar-benar dikedepankan. Pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak. Karena kita enggak tahu siapa yang bawa virusnya. Semua orang bisa bisa terpapar covid-19,” ujar dia. Satria Utama