JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Tahan Ketua Diduga Main Proyek, Pengurus LSM Pusaka Nusantara Sragen Rame-Rame Mengundurkan Diri. Pengurus Ungkap Ada 17 Paket Proyek, Ketua Ungkap Jawaban Ini!

Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati Sragen saat menyatakan pengunduran diri, Jumat (24/7/2020). Foto/Wardoyo
Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati Sragen saat menyatakan pengunduran diri, Jumat (24/7/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusaka Nusantara Bumi Sukowati Sragen digoyang keretakan. Para pengurus LSM yang periode pemerintahan sebelumnya getol menyoroti proyek-proyek dan berbagai persoalan di Sragen itu, mendadak memutuskan rame-rame mengundurkan diri.

Aksi mundur itu dilakukan lantaran mereka tak tahan dan menduga pimpinan LSM mereka justru banyak terlibat dalam proyek di Sragen.

Bahkan, belakangan mereka mencium gelagat Ketua LSM mereka, Ujang Nuriyanto terlibat makelaran proyek salah satunya mengkondisikan 17 paket pekerjaan infrastruktur di Sragen.

Wakil Ketua LSM Pusaka Nusantara, Wagiyanto alias Wagon kepada wartawan, mengungkapkan keputusan mundur ia dan teman-teman pengurus dilakukan lantaran prihatin dengan sepak terjang ketuanya.

Indikasi main proyek hingga pengondisian paket-paket proyek infrastruktur yang dilakukan, dinilai telah mencederai komitmen awal kinerja lembaganya.

Indikasi permainan itu diperkuat dengan mengkondisikan surat dukungan 17 paket proyek.

“Hal itu kami ketahui saat diajak saudara ketua melakukan pertemuan dengan salah satu rekanan dari luar Sragen. Namun selanjutnya para pengurus tidak ikut serta,” papar Wagon kepada wartawan di Sragen, Jumat (24/7/2020).

Menurut Wagon, sejak indikasi permainan mencuat, kondisi di internal LSM memang mulai tak sehat. Kabar soal keterlibatan ketua dalam pengondisian itu dianggap telah menodai komitmen lembaganya sebagai salah satu yang mengawal pelaksanaan pengerjaan proyek di Sragen.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Gondang dan Gemolong Suspek Covid-19 Meninggal Hari Ini. Berikut Daftar Lengkap 12 Pasien Positif, 2 Pasien Meninggal dan Riwayat Penularannya!

Upaya pengondisian itu dinilai turut merusak citra LSMnya yang di mana awalnya berkomitmen mengawal seluruh pekerjaan di Sragen, namun kenyataanya malah ikut larut dalam permainan dan pengkondisian.

Wagon menyebut dari data yang diterimanya, setidaknya ada tiga rekanan yang terlibat dalam pengkondisian itu. Bahkan, ada satu rekanan yang mendapat lebih dari lima paket pekerjaan.

“Indikasi pengkondisian tersebut sangat kuat, bahkan pihaknya memegang barang bukti. Kalo pembicaraan saya ini bohong, silahkan dilaporkan ke penegak hukum,” tegas Wagon.

Senada, Sekretaris LSM Pusaka Nusantara Eko Priyono menyampaikan kinerja lembaganya memang sudah melenceng dari komitmen awal, karena sikap dan peran pimpinannya.

“Terakhir pertemuan ya setelah bertemu salah satu rekanan di Wonogiri, selanjutnya pengurus lainnya tak terlibat dan tak ada komunikasi. Jadi karena telah melenceng dari semangat awal, lebih baik kami mundur dari kepengurusan,” terang Eko.

Sementara, Bendahara LSM Pusaka Nusantara Sutrisno mengakui sejak ketuanya terindikasi terlibat dalam lingkaran proyek, lembaganya memang sudah dirasa tak berjalan dengan baik.

Koordinasi maupun komunikasi dengan ketua seakan terputus. Keuangan lembaga juga tidak ada sama sekali. Sehingga peran bendahara ibaratnya hanya nama saja.

Baca Juga :  Tak Rela Jalan Mulus Jadi Rusak, Puluhan Tokoh di Sambirejo Sragen Tuntut Truk-Truk Bermuatan Keterlaluan Ditertibkan. Dinilai Ikut Andil, Galian C Ilegal Juga Diminta Ditutup

“Bahkan bila ada temuan maupun persoalan juga tak pernah dibicarakan lebih dahulu dengan pengurus lainnya. Semua hanya ditangani pihak ketua saja,” ucap Sutrisno.

Padahal, ia mengungkap semangat awal ketika dirintis, ketua selalu berkoar bahwa ke mana-mana pengurus selalu bersama.

Hanya Sebatas Kenalan Rekanan

Terpisah, Ketua LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati, Ujang Nuriyanto saat dikonformasi wartawan mengatakan, bagi pengurus maupun anggota lain untuk mundur silahkan saja.

Hanya saja, ia menyebut sejauh ini belum ada surat resmi pengunduran diri dari ketiganya yang ia terima. Setelah surat diterima, tentunya akan diberikan jawaban.

“Soal lembaga dinilai tak jalan silahkan itu hak mereka. Namun lembaga tetap aturannya dalam melangkah maupun ambil kebijakan,” tutur Ujang.

Soal tudingan dirinya bermain proyek, Ujang memilih tak memberikan komentar. Hanya dia menegaskan, sebagai orang yang pernah belajar kontruksi, ia balik bertanya apakah tidak boleh untuk berteman dan berkenalan dengan rekanan.

“Apa ada yang salah, kalo sebatas kenal maupun berteman dengan rekanan, karena saya ini pernah belajar di dunia kontruksi,” tandas Ujang. Wardoyo