JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tambah 5 Orang, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Terus Melonjak Jadi 139 Kasus. Suspek 1.482 Orang, 104 Sembuh dan 253 Orang Isolasi Mandiri

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan memprihatinkan.

Hingga pagi ini, Selasa (28/7/2020),jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari kembali bertambah sebanyak lima warga.

Hal itu terungkap dari data yang dirilis oleh laman resmi Pemkab setempat di covid19.karanganyarkab.go.id. Data per Selasa (28/7/2020) pagi pukul 11.00 WIB,  menunjukkan jumlah pasien positif covid tercatat total mencapai 139 orang.

Rinciannya, 23 pasien masih dirawat terdiri dari 11 diisolasi mandiri dan 12 rawat inap. Kemudian 110 pasien dinyatakan sembuh dan enam meninggal dunia.

Baca Juga :  252 Pegawai Kementerian Kesehatan Positif Covid-19, Tertinggi dari Klaster Perkantoran. Ini Kata Kemenkes: Kemungkinan Tertular di Kantor Kecil

Jumlah ini meningkat di banding sehari sebelumnya di mana jumlah pasien positif secara total tercatat baru 134 orang.

Kemudian jumlah suspek yang dirawat inap masih 31 orang, 1.482 pasian selesai pemantauan dan 32 meninggal dunia.

Lantas, dari kontak erat tercatat ada 253 orang. Rinciannya total ada 546, 293 selesai pemantauan dan 253 diisolasi mandiri.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karangnyar, Juliyatmono mengaku prihatin dengan terjadinya penambahan kasus Covid-19  yang cukup signifikan ini.

Baca Juga :  Awas, Muncul Kasus Baru Covid-19 dari Klaster Keluarga di Beberapa Kecamatan di Sragen dan Makin Ganas. Di Mondokan Satu Orang Tulari 7 Orang Dekatnya, di Masaran 1 Warga Positif Tulari 9 Orang

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Ia juga berharap masyarakat lebih menaati protokol kesehatan dan tidak terlena agar kasus covid-19 di Karanganyar bisa mereda.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo