JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terhantam Pandemi Covid-19,  Mata Trans Kehilangan Omset Rp 19 Miliar. Masih Bisa Bagikan CSR untuk Masyarakat

Salah satu armada bus milik Mata Trans. Foto: Beni Imdra
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Salah satu armada bus milik Mata Trans. Foto: Beni Imdra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Pelaku jasa usaha pariwisata khususnya sektor transportasi sangat berharap dunia wisata di tanah air segera pulih kembali sedia kala. Mereka juga mengharapkan agar obyek-obyek wisata bisa segera dibuka kembali.

Pasalnya, semenjak kemunculan pandemi Covid-19 sektor pariwisata khususnya bidang transportasi masih terpuruk hingga saat ini mengingat pergerakan wisata belum nampak. Maka faktor segera dibukanya kembali tempat-tempat wisata akan memulihkan bisnis sektor wisata.

Demikian diungkapkan oleh Sukamdi, GM Jasa Usaha Bus Wisata Mata Trans. Dia mengatakan pihaknya menaruh ekspektasi tinggi terhadap new normal serta dibukanya kembali obyek wisata di berbagai provinsi termasuk di Kabupaten Karanganyar sebagai destinasi wisata nasional.

“Roda usaha bisa bergerak lagi walaupun secara bertahap sehingga bisa memulihkan lost income selama empat bulan ini sekitar Rp19 miliar. Ngeri memang selama empat bulan 40 armada bus kami off sehingga Rp19 miliar melayang. Tak bisa dibayangkan jika semester kedua ini jasa wisata tidak bergerak,” ujarnya.

Baca Juga :  Rumdin Bupati Karanganyar Digeruduk Camat dan Forkompida Tengah Malam. Saat Pintu Dibuka, Bupati Kaget!

Namun meski demikian PT Netra Setya Waskita selaku induk usaha bus Mata Trans masih tetap peduli terhadap warga terdampak wabah Covid-19 melalui dana Coorporate Social Responbility (CSR).

Mata Trans memberikan bantuan lebih dari 3.000 masker kaca atau facel shield di sejumlah kabupaten di kawasan eks Karesidenan Surakarta. Pada Selasa (07/07/2020) Mata Trans menyerahkan bantuan masker kaca kepada Pemkab Karanganyar untuk disalurkan pada warga setempat.

“Bagi kami ini adalah realitas karena Covid-19 menghantam semua sektor namun optimisme bangkit tetap harus ada. Begitu juga semangat untuk memberi agar balance,” tukasnya.

Untuk menyiasati pandemi Covid-19 khususnya di era New Normal, lanjut Sukamdi, pihaknya  terus bergerak melakukan inovasi demi eksistensi bisnis terjaga.

Baca Juga :  Subhanallah, Konser Amal Didi Kempot Donasikan Rp 95 Juta untuk Kaum Dhuafa dan Sobat Ambyar. Ketua PDM Karanganyar: Insya Allah Luar Biasa Dahsyat Pahalanya!

Salah satunya adalah di tahap awal menyediakan cafe bus yakni paket naik bus ala cafe hanya membayar Rp 50.000 per orang bisa keliling kota dengan minum kopi dan snack gratis. Sedangkan daya tampung per bus sebanyak 22 seat.

Alasan bus cafe, kata Sukamdi, karena menyesuaikan daya beli pasar sebab ekonomi terpuruk sehingga jasa sewa bus masih rendah. “Dengan bus cafe ini kami bisa operasional setiap hari minimal dua bus dengan pendapatan lumayan,” imbuhnya.

Saat ini bus cafe akan dikembangkan di berbagai kota di Jawa guna menyiasati pangsa pasar setelah Covid. “Intinya kita step by step harus cerdas membidik dan mensiasati pasar di tengah kondisi seperti ini,” tuturnya. (Beni Indra)