JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kalung Eucalyptus Kementan Akhirnya Dapat Lampu Hijau dari DPR, Asal Tak Pakai Duit APBN

Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memasuki Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  -Meskipun masih menjadi kontroversi, namun Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sudin memberikan lampu hijau kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembangkan produksi Kalung Eucalyptus.

Produk itu diklaim mempunyai potensi dapat membunuh virus corona atau Covid-19.

Walaupun telah mengizinkan, Sudin memberikan catatan dalam pengembangan atau produksi produk tersebut Kementan tak boleh sama sekali gunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Selama tak memakai uang APBN, silakan,” kata dia saat rapat kerja bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (7/7/2020).

Sudin pun juga mengizinkan kepada Kementan untuk menggandeng swasta dalam mengembangkan Kalung Eucalyptus tersebut. 

Lebih jauh, Sudin menuturkan, jika Mentan berani menggunakan APBN dalam pengembangan dan produksi produk itu, maka akan ada muncul konsekuensi bila gagal.

Baca Juga :  Dianggap Timbulkan Keresahan, Polisi Turun Tangan Selidiki Kasus Fetish Kain Jarik Mahasiswa di Surabaya

“Setelah gagal, yang kena pasti Pak Menteri dan saya,” ujarnya.

Dalam menjalankan proyek Kalung Eucalyptus, Sudin meminta kepada Badan Litbang Pertanian agar tetap fokus dalam tugas pokoknya, yaitu menciptakan bibit tanaman unggul serta inovasi dalam pertanian.  

Lagi pula, menurut Sudin, pengembangan eucalyptus sebagai obat atau antivirus Covid-19 tak bisa instan. “Buat pakai obat Corona, tak semudah itu,” tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi lampu hijau yang diberikan oleh Komisi VI DPR. Sebab, dengan begitu, Kementerian Pertanian bisa lebih leluasa melanjutkan proyek pengembangan Kalung Ecalyptus.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Covid-19 Baru 20 Persen, Jokowi: Kementerian Tak Paham Prioritas

Syahrul menyebutkan, Indonesia sebetulnya mempunyai kemampuan serta bahan baku yang melimpah di Indonesia untuk menciptakan berbagai obat.

“Saya punya 300 lebih punya profesor dan ahli virus saya ada kemudian ada juga laboratorium yang paling hebat,” ucapnya.

Ia pun mengapresiasi izin dari Ketua Komisi VI dan akan melanjutkan proyek itu karena nantinya akan memberikan dampak positif dalam penekanan potensi penyebaran Covid-19.

Selain Kalung Eucalyptus, Kementerian Pertanian pun sudah mempunyai produk yang akan diproduksi ada berbagai macam bentuk seperti inhaler, roll on, balsem, dan diffuser.

Dalam proses produksinya, Kementan pun menggandeng PT Eagle Indopharma guna pengembangan serta produksi massalnya.

www.tempo.co