JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Tetap Buka Semua Destinasi Wisata, Pemkab Bantul Perketat Protokol Kesehatan

Kawasan Hutan Pinus Mangunan di Bantul, Yogyakarta, masih tutup hingga pertengahan Juni 2020 akibat pandemi Covid-19. Pengelola destinasi wisata di hutan pinus itu membenahi berbagai fasilitas dan ornamen menyambut new normal / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bantul, Provinsi DIY, mengalami penambahan.

Namun begitu, Bupati Bantul, Suharsono bersikukuh tidak akan mengubah kebijakan yang memperbolehkan semua objek wisata kembali dibuka.

Hanya saja, ujar Suharsono, pengecekan protokol kesehatan terhadap wisatawan di pintu masuk destinasi wisata akan diperketat.

“Yang masuk tempat wisata akan saya cek lebih ketat,” kata dia, ditemui saat pengecekan jembatan di Sriharjo, Selasa (7/7/2020).

Suharsono mengungkapkan, pihaknya tidak akan kembali menutup objek wisata, dengan pertimbangan kasihan.

Tiga bulan yang lalu objek wisata sudah tutup, menurut dia, banyak pedagang dan pelaku wisata kesulitan mencari makan.

Baca Juga :  Empat Bulan Tanpa Pemasukan, Kaki Langit Sambut Perpanjangan Tanggap Darurat Covid-19 DIY

Sebab itu, langkah yang akan diambil adalah menyiagakan tenaga medis dan paramedis, termasuk dibantu oleh Kepolisian dan Tentara untuk berjaga dipintu masuk objek wisata Parangtritis.

Lokasi pastinya di tempat penarikan retribusi (TPR). Di lokasi tersebut, menurutnya, akan disiapkan posko kesehatan.

“Nanti disitu ada dokter dan ambulans,” ucap dia.

Para petugas medis, kepolisian dan tentara akan berjaga seiring dengan diberlakukannya kebijakan memperketat pintu masuk objek wisata.

Terutama hari Sabtu dan Minggu saat ramai oleh kunjungan wisatawan. Bahkan, Suharsono sendiri mengaku akan turun langsung ke lapangan.

“Saya akan langsung kontrol,” ujar dia.

Selain pengecekan di pintu masuk, demi menekan penularan Covid-19, Pemkab Bantul, kata Suharsono saat ini terus menggencarkan swab dan rapid tes. Terutama pedagang pasar tradisional, pelaku perjalanan dan tempat-tempat keramaian. Semua itu akan dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  Tanggap Darurat di DIY Diperpanjang, Pengawasan Terhadap Wisatawan Diperketat

Diketahui, Kabupaten Bantul mengalami lonjakan jumlah kasus positif cukup signifikan. Dalam tiga hari terakhir, Minggu – Senin (5-7 Juli), ada penambahan 11 pasien positif. Rinciannya, Minggu tambah 3 kasus, Senin tambah 6 kasus dan Selasa tambah 2 kasus.

Dari penambahan jumlah kasus tersebut, didominasi transmisi lokal artinya penularan infeksi terjadi di masyarakat lokal. Saat ini, total jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Bantul ada 90 orang.

www.tribunnews.com