JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Beritanya Viral, Agro Wisata Kebun Buah Jambu Air Banaran Sragen Langsung Diserbu Ribuan Pengunjung. Petugas Kewalahan, Hanya 2 Hari 90 % Buah Matang Langsung Ludes

Rombongan pengunjung sampai naik truk (kiri). Pengunjung emak-emak berselfie ria di Kebun Buah Jambu Air Banaran, Sragen. Foto kolase/Wardoyo
Rombongan pengunjung sampai naik truk (kiri). Pengunjung emak-emak berselfie ria di Kebun Buah Jambu Air Banaran, Sragen. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah mencuat di berita, agro wisata Kebun Buah Jambu Air Banaran di Sambungmacan, Sragen mendadak langsung viral.

Mencuatnya berita yang viral dengan pembaca lebih dari belasan ribu itu berimbas pada membeludaknya pengunjung ke wisata tersebut.

Sejak mencuat di berita JOGLOSEMARNEWS.COM Sabtu (15/8/2020), agro wisata itu langsung diserbu pengunjung.

Bahkan dalam waktu dua hari Minggu (16/8/2020) dan Senin (17/8/2020), lebih dari separuh buah matang yang ada di 1000 pohon di kebun seluas 7.000 meter persegi itu ludes diborong pengunjung.

Tak tanggung-tanggung, para pengunjung yang datang tak hanya dari Sragen sekitarnya namun sebagian besar juga datang dari luar daerah hingga Jakarta.

Saking ramainya, petugas yang ada di kebun buah Jambu Air Banaran itu sampai kewalahan melayani pembeli yang datang berbondong-bondong.

Widodo (40) pengelola sekaligus pemilik Kebun Buah Jambu Air Banaran mengatakan pengurus kebun beberapa hari terakhir sangat kewalahan dengan kunjungan wisatawan yang datang berbondong-bondong dari berbagai daerah.

“Allhamdulilah setelah kemarin kebun buah jambu air diekspos di JOGLOSEMARNEWS.COM , jumlah pengunjung sangat luar biasa Mas. Kami nggak nyangka. Bahkan diluar perkiraan saya. Awalnya buahnya saya hitung-hitung cukup banyak tapi jumlah pengunjung yang luar biasa, sehingga buah yang siap konsumsi saat ini mohon maaf sudah hampir habis,” paparnya Selasa (18/8/2020).

Baca Juga :  Bupati Yuni Umumkan Sragen Turun Jadi Zona Oranye Covid-19. Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Soal Izin Keramaian Kewenangan Polres!

Ia menuturkan sehari sejak ditulis media, pengunjung meroket hingga 600 orang perhari. Padahal sebelumnya pengunjung setiap hari tak lebih dari 10 orang.

Tak heran, membeludaknya pengunjung itu membuat 8 petugas pengelola yang ada di kebun, kewalahan melayani kunjungan yang terus mengalir.

Widodo menyampaikan bahwa buah jambu deli di kebunnya saat ini memang tidak sepenuhnya habis. Karena saat ini memasuki musim panen raya.

Namun dengan serbuan dua hari mencapai ribuan pengunjung, buah yang masak tinggal sedikit lagi. Karenanya ia mengimbau masyarakat yang hendak datang berwisata lebih baik datang 10 hari atau 2 minggu hari ke depan.

“Habis semua sih nggak. Masih ada sekitar 10 persen yang matang. Sebenarnya buahnya ini nyambung. Jadi masyarakat harap bersabar nanti 10 hari atau dua minggu lagi buahnya baru bisa di konsumsi atau dipetik lagi. Sebenarnya buahnya ini masih ada tapi masih kecil sehingga kita harus nunggu dulu,” bebernya.

Menurutnya, buah yang ada saat ini memang sebagian besar masih belum matang 100 persen. Dalam sepekan ke depan, buah yang siap petik sudah semakin banyak dan rasanya sudah matang sempurna.

Baca Juga :  Ribuan Seniman Sragen Siap Turun ke Jalan dan ke Polres Tuntut Izin Hajatan Dibuka. Kapolres Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Tapi Hanya Ijab Kabul Saja Tanpa Hiburan!

“Iya kita harus nunggu, takut nanti kalau kita petik dan karena masih muda takut buahnya kurang manis nanti pengunjung atau komsumen kecewa dengan kualitas buah di kebun kami,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung, Tutik (30) warga Mentok, Blora, Jawa Tengah mengaku jauh- jauh datang penasaran dengan indahnya petik buah jambu air yang berada di Kabupaten Sragen.

“Ini rombongan keluarga Mas dari Blora datang kesini karena penasaran aja. Soalnya deket sama daerah mertua saya, habis ini sekalian ke Ngawi ke rumah mertua,” ujarnya ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM di kebun buah Banaran.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , pengunjung yang datang mayoritas rombongan keluarga dari beberapa wilayah Sragen. Mereka datang mengendarai sepeda motor dan mobil pribadi.

Bahkan ada sejumlah anggota keluarga datang berombongan dengan mengunkan mobil truk berisi puluhan orang anggota keluarga.

Parjono (50) warga Tempelrejo, Mondokan, Sragen ditemui wartawan disela-sela petik buah menyampaikan ia datang bersama keluarga dengan membawa kendaraan truk lantaran jumlah keluarga yang ingin ikut sangat banyak.

“Karena yang mau kesini banyak dan bawa mobil pribadi nggak muat, terpaksa ini kita naikkan semua pakai truk ini Mas,”ujarnya. Wardoyo