JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bupati Koko Bersama Edy Wur Kembali Gelorakan Disiplin Protokol Kesehatan

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr H. Edy Wuryanto, S.Kp,M.Kes dalam sambutan kunjungan kerja pada reses masa persidangan IV tahun sidang 2019-2020 di Kabupaten Blora, Sabtu (15/8/2020), kemarin. Istimewa

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Upaya pencegahan penularan virus corona atau (covid-19) tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja. Namun, partisipasi dan gotong royong dari masyarakat juga sangat dibutuhkan.

Hal demikian ditegaskan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Dr H. Edy Wuryanto, S.Kp,M.Kes dalam sambutan kunjungan kerja pada reses masa persidangan IV tahun sidang 2019-2020 di Kabupaten Blora, Sabtu (15/8/2020), kemarin.

Dijelaskan oleh politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Edy Wur lebih lanjut, di kabupaten Blora, pihaknya bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI menyelenggarakan sosialisasi kesehatan haji dengan Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati Blora dan dibuka secara resmi oleh Bupati Blora Djoko Nugroho dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Saya pilih Blora, karena Blora harus kita kunjungi. Semakin sering kita kunjungi maka permasalahan yang ada bisa diselesaikan,” kata dia.

Dijelaskan oleh Edy Wur, bahwa kesehatan itu mahal, sehingga kesehatan semua warga masyarakat, khususnya calon jemaah haji Blora tahun 2020 yang keberangkatannya ditunda karena adanya Covid-19, kesehatannya harus dan perlu terus dijaga.

“Pencegahan Covid-19 tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tetapi juga partisipasi dan gotong royong dari masyarakat. Tanpa itu, tidak bisa,” jelasnya.

Pihaknya meminta kepada calon jemaah haji Blora supaya mematuhi protokol kesehatan agar semunya bisa berangkat ke tanah suci.

“Berfikir positif. Jangan berfikiran tidak jadi berangkat yang bisa mengakibatkan imun turun. Insyaallah 2021 berangkat haji,” lanjutnya.

Sering cuci tangan pakai sabun, pakai masker, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan, rajin olahraga, merupakan upaya yang perlu menjadi kebiasaan bagi semua warga masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19.

Baca Juga :  BPIP Cermati Gaya Khas Ganjar saat Berikan Edukasi Ideologi Pancasila.

Sosialisasi ini merupakan pertama kali yang dilaksanakan selama pandemi Covi-19 di daerah pemilihan Jawa Tengah III (Blora, Pati, Rembang).

Bupati Blora Djoko Nugroho yang akrab disapa Bupati Koko. Istimewa

Pada bagian lain, Bupati Blora Djoko Nugroho yang akrab disapa Bupati Koko, menyambut dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan Anggota Komisi X DPR RI, Dr H. Edy Wuryanto, S.Kp,M.Kes di kabupaten Blora.

“Pak Edy ini termasuk salah satu Anggota DPR RI yang peduli dengan Blora, maka saya mendukung kegiatan ini,” kata Bupati Blora.

Bupati menyebut bahwa pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan. Mulai April 2020 lalu hingga sekarang membuat semuanya terdampak dan tertatih. Seperti seniman, pedagang dan pekerja ada yag terkena PHK.

Namun demikian, bupati Blora meminta kepada warga masyarakat supaya tetap semangat karena secara perlahan dalam suasana adaptasi kebiasaan baru, beberapa sektor perekonomian dibuka kembali dan perputaran ekonomi bergerak.

“Kejadian seperti ini juga pernah terjadi pada 100 tahun lalu, istilahnya Flu Spanyol yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Namun oleh pemerintah Belanda kala itu akhirnya dibuat peraturan yang ketat dan tegas sehingga bisa terkendali,” terangnya.

Oleh karena itu, menurut Bupati Blora, saat ini pemerintah melalui Instruksi Presiden, di tiap kabupaten/kota akan membuat aturan dengan memberikan sanksi kepada warga yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.

“Dulu, ketika ada wabah Flu Spanyol tahun 1918 itu tidak ada transportasi seperti sekarang ini. Tapi dengan tindakan tegas oleh pemerintah Belanda, akhirnya bisa dikendalikan. Demikian juga sekarang ini,” terangnya.

Kepada peserta sosialisasi, Bupati Blora meminta supaya mengikuti dengan baik sehingga bisa dilakukan untuk diri sendiri, keluarga dan orang yang ada di sekitar lingkungan kita.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 di Blora Bertambah 2, Jumlah Total 370 Kasus

“Sekarang ini malu rasanya kalau tidak pakai masker. Meskipun badan sehat sekalipun,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Sub Bidang Penyuluhan dan Pembimbingan Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Haji dr. Mohammad Imran, MKM mengemukakan pembinaan dan bimbingan calon jemaah haji perlu dilakukan sebagai persiapan yang matang sebelum berangkat hingga nanti selesai menunaikan ibadah haji.

“Calon jemaah haji yang akan berangkat harus sehat,” tegasnya.
Ia mengatakan hampir sebagian jemaah haji adalah lanjut usia dan beberapa di antaranya memiliki riawayat penyakit seperti darah tinggi, paru-paru dan diabetes.

“Sehingga semua itu harus diperiksa secara berkala dan dilakukan pembinaan supaya sehat. Jadi pemerintah mengupayakan supaya bisa berangkat hingga selesai dengan kondisi sehat,” terangnya.

Selama masa tunggu ini, kata dia, calon jemaah haji diminta tetap disiplin serta patuh protokol kesehatan.

“Sekali lagi, keselamatan, kesehatan calon jemaah haji sangat diperlukan. Oleh karena itu pembinaan terus dilakukan dengan harapan virus ini segera bisa berlalu,” kata dia.

Dalam sosialisasi tersebut dihadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, yakni Plt Kepala Dinkes Bora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes dan sejumah narasumber lainnya.

Hadir pada acara itu sejumlah anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dari Provinsi Jawa Tengah.

Di sela-sela acara diserahkan secara simbolis bantuan 1.000 paket (sembako) oleh Dr H. Edy Wuryanto, S.Kp,M.Kes dan Bupati Blora Djoko Nugroho kepada perwakilan warga Blora.

Menurut rencana bantuan paket sembako akan diserahkan di Aula Puskesmas kecamatan Sambong setelah acara sosialisasi kesehatan haji selesai. Satria Utama