JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Diawali Bunyi Kentongan, Warung Mie Ayam Wahyudi Grobogan Perlahan Ludes Dilalap Kobaran Api. Kerugian Capai Rp 100 Juta

Kebakaran warung mie ayam. Foto/Humas Polda

WhatsApp Image 2020 08 18 at 13.55.27 1 750x536 1
Kebakaran warung mie ayam. Foto/Humas Polda

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Beberapa hari sebelumnya, terjadi insiden kebakaran di Desa Ngambakrejo, Kecamatan Tanggungharjo. Peristiwa itu kembali terjadi di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Minggu (23/8/2020) dinihari.

Insiden tersebut menghanguskan sebuah rumah yang dipergunakan untuk warung mie ayam dan kelontong milik Wahyudi, warga setempat. Menurut penuturan Utong, tetangganya, kobaran api muncul sekitar pukul 01.30 WIB.

Warga yang melihat langsung membunyikan kentongan tanda adanya peristiwa kebakaran tersebut. Setelah berdatangan ke lokasi kejadian, warga tidak berani mendekat, namun berusaha meminimalisir agar api tidak merembet ke bangunan lainnya.

Namun, luapan si jago merah terus menjalar ke setiap sudut rumah hingga hangus terbakar. Damsiri, tetangga Wahyudi, mengungkapkan, kali pertama api muncul dari sisi tengah rumah.

“Yang punya rumah tinggal di rumah yang lain. Jadi, rumah ini kalau siang dipergunakan untuk jualan mie ayam, warung kelontong dan juga jualan pupuk. Kami tidak berani mendekat, tetapi kami berupaya untuk merobohkan dinding yang menempel di rumah 6 tetangga agar tidak ikut terbakar,” ujar Damsiri.

Baca Juga :  Berdalih Amaliah Rusak Warung di Solo dan Minta Setoran Rp 400.000, 6 Orang Diduga Laskar Ditangkap Polisi. Kapolda Keluarkan Peringatan Keras!

Petugas damkar dari Pos Pemadam Kebakaran Gubug langsung menuju ke lokasi kejadian untuk memadamkan api. Kobaran api yang semula membesar berangsur-angsur padam sekitar pukul 03.00 WIB. Proses pemadaman api ini membutuhkan waktu kurang lebih hingga dua jam.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sugihmanik, Adep mengungkapkan kebakaran yang melanda rumah Wahyudi terjadi di tengah malam. Namun, baru bisa dipadamkan usai adzan Subuh.

“Ada satu mobil pemadam dan truk tangki air dari Gubug yang ke lokasi. Pemadam dibantu warga memadamkan api dari depan dan belakang warung,” katanya.

Kapolsek Tanggungharjo, AKP Bambang Tri Atmojo menjelaskan, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian atas kebakaran warung berukuran 10 x 10 meter ini sekitar Rp 100 juta.

Baca Juga :  Plt Bupati Kudus Hartopo Lantik 97 PPPK Secara Virtual

“Penyebabnya adalah kompor yang lupa dimatikan oleh pemilik warung,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Grobogan, Endang Sulistyaningsih membenarkan adanya insiden kebakaran di Dusun Karangsari, Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, dinihari tadi.

Adanya insiden ini, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan mencegah kebakaran di musim kemarau ini. Terutama pada penggunaan kabel listrik di dalam rumah.

“Benar terjadi kebakaran karena konsleting listrik. Jadi, kami.mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan kabel listrik, apalagi ini menghadapi musim kemarau. Jadi semua warga harus waspada terhadap semua hal yang bisa menimbulkan kebakaran,” tambah Endang. Edward