JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Diklaim Pertama di Dunia, Rektor Unair Minta Semua Pihak Dukung Obat Covid-19 Temuan Unair, BIN, TNI AD dan BPOM

Ilustrasi virus corona. Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rektor Universitas Airlangga (Unair),  M Nasih mengklaim obat kombinasi Covid-19 temuan tim gabungan Unair, Badan Intelijen Negara, TNI AD, dan BPOM yang tengah dikembangkan itu bakal menjadi obat Covid-19 pertama di dunia.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak mendukung agar obat tersebut dapat segera mendapatkan izin produksi dan izin edar.

Nasih menjelaskan, meski obat itu berasal dari kombinasi berbagai macam obat, namun BPOM menganggapnya sebagai sesuatu yang baru.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Ada Dugaan Tindak Pidana dalam Insiden Kebakaran di Kejakgung, Sebut Asal Api Bukan Akibat Korsleting

“Tentu karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” katanya dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Nasih meminta TNI, Polri, BIN, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Kimia Farma, dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mau membuang ego sektoral mereka.

“Karena menurut hemat kami, yang selama ini menghambat proses sehingga ada obat asli Indonesia itu adalah adanya ego sektoral. Ini yang selama ini menyebabkan prosesnya panjang,” tuturnya.

Baca Juga :  Stop Impor, Erick Thohir: Kami Akan Bangun Labrik Paracetamol

 

Nasih menuturkan di banyak negara berbagai macam obat tunggal sudah diberikan pada pasien Covid-19.

Obat-obat inilah yang pihaknya jadikan rujukan. Ada tiga kombinasi obat yang dihasilkan Unair dan telah mengikuti uji klinis.

Pertama, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci.

“Ternyata setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu itu sampai 98 persen efektivitasnya,” katanya.

www.tempo.co