JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hari Ini 4 Sekolah di Sragen Mulai Simulasi Masuk Sekolah Tatap Muka. Wabup Sebut Kelas Tak Boleh Pakai AC, Tak Boleh Pindah Tempat Duduk dan Istirahat Tak Boleh Keluar!

Wabup Sragen, Dedy Endriyatno. Foto/Wardoyo
Wabup Sragen, Dedy Endriyatno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski kasus covid-19 masih melonjak, Pemkab Sragen mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka.

Simulasi mulai dilakukan di empat sekolah baik negeri maupun swasta pada Kamis (27/8/2020) hari ini.

Simulasi akan dilakukan sebagai evaluasi menyeluruh terkait rencana besar memulai pembelajaran tatap muka yang dijadwalkan dibuka mulai 31 Agustus nanti.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Hadi Sutopo menyampaikan untuk pelaksanaan simulasi digelar di empat sekolah.

Sekolah yang ditunjuk yakni SDIT Az Zahra Sragen, SD Negeri 4 Sragen, SMP Negeri 1 Sragen dan SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen.

Pelaksanaan sekolah tatap muka akan dilangsungkan selama setengah dari pembelajaran normal. Atau sekitar 4 jam saja. Simulasi ini untuk mengevaluasi persiapan dan role model sekolah lainnya.

Baca Juga :  Kasus Meroket, 9 Gram BB Sabu dari Sejumlah Bandar dan Mafia Narkoba Sragen Diblender di Kejaksaan. Ribuan Pil Koplo Dibakar dan Belasan HP Dihancurkan Pakai Palu

”Kita lihat semuanya apakah benar-benar siap atau belum. Mulai dari fasilitas sekolah, pemberian materi, kebiasaan siswa dan guru dan sebagainya. Lantas ini akan dipelajari dan jadi bahan evaluasi apa yang kurang dan perlu diperbaiki,” papar Hadi Rabu (26/7/2020).

Hadi menguraikan pelaksanaan simulasi hanya dilakukan sehari. Selanjutnya akan menunggu keputusan untuk tetap digelar pada 31 Agustus mendatang atau ada keputusan lainnya.

Terpisah, Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno menyampaikan untuk tatap muka masih diuji dan didalami.

”Kita diskusi lebih detail dengan dinas kesehatan dan dinas pendidikan agar semua perangkatnya siap semuanya,” ujarnya ditemui di RSUD Sragen kemarin.

Gambaran umum pelaksanaan tatap muka, nantinya tidak bisa masuk bersamaan. Maksimal satu siswa satu meja dan tidak boleh pindah tempat duduk.

Baca Juga :  Siap-Siap, Pemkab Bakal Operasi Masker Secara Besar-Besaran Libatkan Tim Gabungan Hingga Tingkat Kecamatan. Plt Bupati Sebut Penyebaran Covid-19 dari Klaster Keluarga Cukup Banyak!

Kemudian tidak diperbolehkan pakai AC. Dalam kelas maksimal 50 persen kapasitas. Kemudian masuknya tidak bersamaan supaya tidak ada penumpukan.

Selama sekolah tatap muka jam istirahat tidak boleh keluar dari kelas. Siswa wajib membawa bekal masing-masing. Jam pulangnya juga tidak bersamaan.

”Akan ada simulasi, dari simulasi itu apakah cukup bisa menerapkan baik di sekolah kecil atau sekolah besar akan kita terapkan apakah memungkinkan,” ujar dia.

Tapi sampai sekarang belum ada rencana penundaan dari rencana tanggal 31 Agustus. Sementara untuk tingkat SMA tetap koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

”Kami berharap juga bisa serentak, tapi tetap menunggu kebijakan Provinsi untuk yang SMA,” ujarnya. Wardoyo