JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kejati DIY Sumardi Ingin Beri Layanan Prima, Masyarakat yang Datang ke Kantornya Urusannya Lancar dan Merasa Senang

Kejati DIY, Sumardi (tengah) bersama pakar komunikasi Aqua Dwipayana (kiri) di Kantor Kejaksaan Tinggi Yogyakarta. Foto : dok
Kejati DIY, Sumardi (tengah) bersama pakar komunikasi Aqua Dwipayana (kiri) di Kantor Kejaksaan Tinggi Yogyakarta. Foto : dok

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sumardi bertekad memberikan layanan prima ke masyarakat. Upaya itu dilakukan agar dapat meraih predikat zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Kejati DIY dan empat kantor Kejaksaan Negeri (Kejari). Kejari Bantul sudah berhasil memperoleh status WBK.

Sumardi menyampaikan itu saat berdiskusi dengan Pakar Komunikasi, Aqua Dwipayana di kantornya Jl Sukonandi no 4 Yogyakarta, Jumat (31/7/2020). Ikut mendampinginya Wakil Kajati DIY Elan Suherlan dan Asisten Pidana Khusus Eri Pudyanto Marwantono.

Sumardi relatif baru tugas di DIY. Jaksa Agung Dr ST. Burhanuddin melantiknya pada Jumat (29/05/2020) lalu. Dia menggantikan pejabat lama Masyhudi yang mendapat jabatan baru sebagai Inspektur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung di Jakarta. Sebelumnya Sumardi menjabat Wakil Kajati Sumatera Utara.

“Saya bertugas di Yogyakarta relatif baru, sekitar sebulan. Ini masih terus berbenah agar dalam segala hal lebih baik lagi,” kata Sumardi ramah.

Baca Juga :  Ngaku Sebagai Polisi, Bawor Rampas Uang dan HP Korban dengan Mudah, Tapi Akhirnya Meringkuk di Jeruji Besi

Terkait dengan layanan prima ke masyarakat, bapak dua anak itu mengatakan akan berusaha secara maksimal mewujudkannya. Dia yakin bersama seluruh jajaran di Kejati DIY bisa melakukannya.

Menurutnya, seluruh pegawai Kejati DIY dan yang bertugas di lima kantor Kejari harus berusaha mewujudkan itu. Secara konsisten melaksanakannya sehingga masyarakan terlayani dengan optimal.

“Sudah seharusnya masyarakat yang datang ke kantor Kejati dan Kejari diberi layanan prima. Itu perlu dilakukan agar mereka senang karena semua urusannya lancar,” tambah Sumardi.

Seiring dengan itu, laki-laki asal Nganjuk, Jawa Timur ini berusaha menambah kantor zona integritas Wilayah Bebas Korupsi WBK di wilayah kerjanya. Dari enam kantor yang ada, baru Kejari Bantul yang sudah berhasil mendapatkan status WBK.

Dari enam kriteria proses perbaikan reformasi birokrasi sebagai syarat untuk mendapatkan predikat zona integritas WBK, menurut Sumardi sebagian besar sudah dipenuhi. Hanya tinggal beberapa hal yang perlu diperbaiki.

Baca Juga :  Sendratari Sang Ratu Digelar di Pantai Cemoro Sewu dengan Protokol Ketat

Sumardi paham betul bahwa kemampuan komunikasi seluruh jajarannya sangat besar pengaruhnya untuk memberikan layanan prima dan mendapatkan predikat zona integritas WBK. Komunikasi internal perlu dibangun agar komunikasi eksternalnya bagus.

Terkait dengan itu, kakek dari tiga cucu itu meminta Aqua Dwipayana sebagai Pakar Komunikasi untuk membantu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasi jajarannya termasuk yang bertugas di semua kantor Kejari. Diharapkan komunikasinya bisa standar.

“Insya Allah saya mengundang Pak Aqua untuk memberikan sharing Komunikasi dan Motivasi bagi aparatur kejaksaan di DIY. Mereka butuh pencerahan dan kemampuan komunikasinya perlu ditingkatkan,” ungkap Kajati yang sangat rendah hati itu.

Aqua menyatakan siap melaksanakan sharing Komunikasi dan Motivasi dengan seluruh jajaran Sumardi baik yang bertugas di kantor Kejati DIY maupun di lima kantor Kejari. Untuk itu anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) itu menunggu jadwalnya.(ASA)