JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mahfud MD Minta Masyarakat Tak Terlalu Paranoid dengan Resesi Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam Mahfud MD menyambangi Pulau Natuna, Kepulauan Riau pada Kamis (6/2/ 2020)/ tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkumham), Mahfud MD mengatakan, Indonesia saat ini sedang di ambang resesi.

Secara logika, ilmu dan kecenderungan metodologis yang ada, menurut Mahfud, September atau sesudahnya atau awal Oktober, resesi ekonomi tidak terhindarkan.

Kondisi tersebut, menurut Mahfud, mengharuskan semua unsur pemerintahan harus bekerja keras di dalam dua cabang atau dua anak panah kebijakan pemerintah.

Tetapi Mahfud meminta untuk tidak terlalu paranoid dengan resesi. Sebab, resesi adalah istilah teknis dari satu situasi dan tidak sama dengan krisis.

Baca Juga :  Hasto: Penundaan Pilkada Hanya Akan Menimbulkan Ketidakpastian Baru

“Resesi adalah suatu keadaan di mana suatu negara secara berturut-turut dalam dua kuartal, pertumbuhan ekonominya itu minus atau di bawah satu atau juga di bawah nol,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2020).

Mahfud mengatakan, ada program-program utama yang mencakup lima hal yang mesti diperhatikan. Pertama, Indonesia aman, yaitu aman dari Covid-19.

Kedua, Indonesia sehat yang artinya ada pelayanan kesehatan berbasis gotong royong yang dipandu oleh pemerintah.

Ketiga, Indonesia berdaya. Artinya ada peningkatan daya beli rakyat dan peningkatan ekonomi rakyat.

Baca Juga :  Identitas Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Akhirnya Terungkap, Keluarga Sebut Pelaku Punya Gangguan Jiwa

Keempat, Indonesia tumbuh, yaitu lewat program peningkatan penerimaan negara. Kelima, Indonesia bekerja salah satunya melalui program percepatan penyerapan tenaga kerja.

“Maka arah kebijakan tentang 5 situasi yang akan dipilih ini tadi, itulah yang kemudian dituangkan di dalam kebijakan dalam PC (penanggulangan Covid-19) dan PEN (pemulihan ekonomi nasional) tadi,” katanya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan memerangi wabah Covid-19 dan memulihkan ekonomi harus seiring sejalan.

“Hidup bahwa Covid-19 itu ada tetapi kita tetap menjalankan tugas-tugas itu, tugas-tugas pemerintahan seperti biasa,” katanya.

www.tempo.co